Iklan
Iklan

Manfaatkan MPLS di SMKN 2 Sawahlunto, BPBD Sosialisasikan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana kepada Siswa Baru

Sawahlunto,dutametro.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SMKN 2 Sawahlunto, Rabu (15/07/2026) dimanfaatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Sawahlunto untuk memberikan pengetahuan kepada siswa baru terkait
pencegahan dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini adalah serangkaian upaya proaktif sebelum terjadinya bencana untuk mengurangi risiko, meminimalkan kerugian, dan memastikan respons yang efektif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sawahlunto Bet Mukhardi menyebut, penting pengetahuan awal atau dasar bagi generasi muda terkait upaya pencegahan dan kesiapsiagaan serta Penanggulangan bencana.
“Secara garis besar implementasi kedua pilar penanggulangan bencana ini meliputi: Pencegahan (Pengurangan Risiko) dimana
langkah ini difokuskan untuk menghilangkan atau mengurangi ancaman bencana secara permanen maupun jangka panjang. Seperti dalam penataan ruang yang melarang pembangunan di area rawan bencana seperti zona patahan aktif, bibir pantai rawan tsunami, atau lereng curam rawan longsor,” jelas Bet Mukhardi.

Selanjutnya mitigasi struktural, yakni membangun infrastruktur fisik yang tahan bencana, seperti tanggul banjir, bangunan tahan gempa, dan penghijauan (reboisasi). Pencegahan lingkungan dengan menghindari aktivitas manusia yang memicu bencana, seperti larangan pembakaran hutan liar dan pembuangan sampah sembarangan.

Adapun untuk Kesiapsiagaan (Antisipasi Dampak) dimana langkah ini dilakukan menjelang potensi ancaman bencana guna memastikan kesiapan masyarakat dan fasilitas darurat. Diantaranya; Rencana Darurat Keluarga, mengidentifikasi titik kumpul, rute evakuasi, dan pembagian tugas anggota keluarga saat terjadi bencana.Tas Siaga Bencana: mempersiapkan tas yang berisi kebutuhan dasar untuk bertahan hidup 3 hingga 10 hari, meliputi makanan, air minum, obat P3K, senter, uang tunai, dan dokumen penting. Serta simulasi dan pelatihan, yakni melakukan latihan evakuasi berkala (gladi) dan sosialisasi sistem peringatan dini (seperti sirine atau kentongan) agar masyarakat tahu persis apa yang harus dilakukan.
“Harapannya dengan pengetahuan dasar yang diberikan, generasi muda ini bisa mengetahui langkah -langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko, meminimalkan kerugian, dan memastikan respons yang efektif,” harap dia.

Sementara Kepala SMKN 2 Sawahlunto Ponidi mengatakan bahwa rangkaian kegiatan MPLS siswa baru diisi dengan berbagai sosialisasi dan penyuluhan terkait hal yang berkembang ditengah masyarakat, salah satunya terkait kebencanaan.(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News