JENEWA,dutametro.com. – Nama Teluk Bintuni, Papua Barat kembali mengharum di kancah internasional. Iqbal Refideso, fasilitator pendidikan asal Bintuni, terpilih menjadi delegasi Indonesia pada 31st Session of the AFS Youth Assembly 2026 di Jenewa, Swiss, 9-11 Agustus 2026.
Mengusung tema “Rise. Reimagine. Rebuild: A World for All”, ajang yang digelar AFS Intercultural Programs ini mempertemukan para pengajar muda dari jaringan 20.000 alumni di 160 negara.
*Tiba dan Langsung Bergerak*
Iqbal tiba di Jenewa pada Minggu, 9 Agustus 2026 dan langsung check-in di MEININGER Hotel Genève Centre Charmilles, Rue de Lyon 118. Malam harinya ia menghadiri welcome dinner dan sesi perkenalan bersama peserta edukator dari berbagai negara.
“Ini sesi makan malam dan perkenalan semasa edukator dari berbagai negara kaka,” ujar Iqbal.
“Sangat bangga sekali dapat bertemu bersama peserta sesama pengajar dari seluruh dunia dan menceritakan banyak hal tentang Indonesia khususnya Bintuni,” tambahnya.
*Dua Hari Penuh Workshop*
Senin-Selasa, 10-11 Agustus 2026, Iqbal mengikuti rangkaian workshop di Giga Connectivity Centre. Setiap pagi peserta berangkat bersama menggunakan bus yang disediakan panitia.
Sebagai Global Educator, Iqbal membawa misi memperkenalkan kekayaan budaya daerahnya.
“Budaya Bintuni lebih ke cerita tentang 7 suku Teluk Bintuni, pendidikan dan alam Teluk Bintuni,” jelasnya.
Ketujuh suku di Teluk Bintuni adalah Sebyar, Wamesa, Kuri, Irarutu, Moskona, Sough, dan Sumuri.
“Betul kaka di Swiss. Semua speaker dan fasilitator didatangkan dari berbagai dunia untuk ajarkan kita,” tambah Iqbal.
*Pesan untuk Pemuda Bintuni*
Sebagai “Active Global Citizens”, Iqbal berharap ilmunya bisa dibawa pulang untuk kemajuan pendidikan di Bintuni.
“Semua kesempatan itu ada di depan mata. Tinggal bagaimana pemuda dan adik-adik dapat belajar banyak dan mendapatkan kesempatan-kesempatan untuk berkembang lebih baik,” pesannya.
Keikutsertaan Iqbal diharapkan menjadi inspirasi bagi pemuda di Bintuni dan Papua Barat. Bahwa anak daerah juga mampu bicara di forum dunia dan membawa perubahan untuk kampung halaman.(Abdul Azis)


























