AROSUKA – Bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, tidak hanya meninggalkan material lumpur dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memutus akses komunikasi di kawasan pusat pemerintahan.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Solok bergerak cepat menggandeng Telkomsel untuk memulihkan akses komunikasi, khususnya di kawasan Kantor Bupati Solok yang terdampak cukup parah.
Respons cepat dilakukan setelah kabel jaringan komunikasi Telkomsel mengalami kerusakan dan putus akibat terbawa arus galodo.
Manajer Operasional Telkomsel Solok, Rudi Hartono, mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah pemulihan dengan memasang jaringan IndiHome di kawasan Kantor Bupati Solok.
“Untuk mengatasi kabel Telkomsel yang putus akibat terbawa arus galodo, kami segera memasang IndiHome di area Kantor Bupati Solok yang terdampak parah,” kata Rudi.
Tidak tanggung-tanggung, Telkomsel memasang dua titik jaringan IndiHome dengan kapasitas masing-masing 300 Mbps.
Jaringan tersebut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan komunikasi, koordinasi pemerintahan serta aktivitas penanganan bencana selama masa tanggap darurat.
“Kami memasang dua titik, masing-masing dengan kapasitas 300 Mbps. Jaringan ini akan digunakan untuk membantu kebutuhan komunikasi selama masa tanggap darurat,” ujarnya.
Rudi menegaskan, dukungan jaringan komunikasi tersebut akan diberikan hingga masa tanggap darurat berakhir.
Komunikasi Jadi Kunci Penanganan Galodo
Sekretaris Diskominfo Kabupaten Solok, Agus Dwiyanto Gayo JD, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Telkomsel dalam membantu memulihkan akses komunikasi di kawasan terdampak.
Apresiasi tersebut disampaikan Gayo saat meninjau langsung dukungan jaringan Telkomsel bersama Kabid APTIKA Fitria Fenti dan Pranata Humas Nazwirman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Telkomsel yang telah membantu memasang IndiHome untuk mempermudah akses komunikasi di kawasan terdampak galodo, khususnya di lingkungan Kantor Bupati Solok,” kata Gayo.
Menurutnya, kelancaran komunikasi merupakan bagian penting dalam penanganan bencana. Di tengah situasi tanggap darurat, komunikasi yang stabil dibutuhkan untuk mempercepat koordinasi antarpihak, penyampaian informasi serta mendukung berbagai aktivitas penanganan di lapangan.
Dengan kembali tersedianya akses jaringan, koordinasi pemerintahan di kawasan pusat Kabupaten Solok diharapkan dapat terus berjalan meski sejumlah infrastruktur komunikasi sebelumnya terdampak galodo.
Gerak cepat ini menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan pascabencana tidak ikut terhambat hanya karena terputusnya akses komunikasi.**yaNs









