TALANG – Duka akibat bencana galodo yang melanda kawasan Pemerintahan Kabupaten Solok dan sekitaran yang terdampak bencana di Kayu Aro Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, membuat panitia INARA Cup 2026 mengambil keputusan untuk menunda pembukaan turnamen.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Bencana yang terjadi pada Senin malam, 21 September 2026, tidak hanya berdampak pada permukiman warga, tetapi juga kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
Hingga Selasa, 22 September 2026, proses pencarian dan penanganan korban masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, SAR, Tagana, PMI, serta para relawan.
Di tengah situasi tersebut, panitia menilai pelaksanaan kegiatan olahraga sebaiknya ditunda hingga kondisi kembali memungkinkan.
Ketua Pelaksana INARA Cup 2026, Wardesko Ponobatuah, didampingi jajaran panitia, menyampaikan bahwa keputusan penundaan telah dibahas bersama panitia dan sejumlah tokoh pada Selasa malam di Talang.
“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Duka yang terjadi di Kayu Aro merupakan duka kita bersama,” ujar Wardesko.
Menurutnya, panitia sebelumnya telah mempersiapkan seluruh rangkaian pembukaan turnamen. Namun, kondisi Kabupaten Solok yang sedang berduka membuat agenda tersebut harus ditunda.
“Pada awalnya pembukaan INARA Cup kita agendakan. Namun, karena terjadi bencana galodo yang menimpa wilayah Gunung Talang, khususnya Kayu Aro, Nagari Batang Barus, dan ada saudara-saudara kita yang menjadi korban, maka kami mengambil keputusan untuk mengundur pelaksanaan turnamen,” katanya.
Wardesko mengatakan keputusan tersebut juga telah mempertimbangkan kondisi masyarakat serta status tanggap darurat bencana 14 hari kedepan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Solok.
“Ini bukan hanya musibah bagi satu daerah, tetapi menjadi duka seluruh masyarakat Kabupaten Solok. Karena itu, kami bersama seluruh panitia dan tokoh-tokoh mengambil keputusan untuk menunda INARA Cup,” tuturnya.
Panitia berharap seluruh klub peserta, pemain, manajemen, dan masyarakat dapat memahami keputusan penundaan tersebut.
“Kami berharap seluruh klub yang sudah menyatakan ikut INARA Cup dapat memahami dan menerima keputusan bersama ini. Saat ini yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Wardesko.
Panitia juga menyampaikan permohonan maaf atas perubahan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Selaku panitia, kami memohon maaf kepada seluruh manajemen klub, pemain, dan masyarakat atas penundaan ini. Semoga seluruh korban bencana segera ditemukan dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan,” katanya.
Dengan keputusan tersebut, pembukaan INARA Cup 2026 yang sebelumnya dijadwalkan pada 26 September 2026 resmi ditunda.
Panitia menjadwalkan kembali pembukaan turnamen pada 10 Oktober 2026, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi pascabencana.
Bagi panitia, INARA Cup bukan semata-mata tentang pertandingan sepak bola. Di tengah suasana duka, kepedulian terhadap sesama menjadi hal yang lebih utama.
“Saat saudara kita sedang berduka, kita juga harus ikut merasakan duka itu. Sepak bola bisa menunggu, kemanusiaan adalah yang utama.”**yaNs









