KOTO SANI – Pemerintah Kabupaten Solok terus memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Sebanyak 36 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) disalurkan kepada 1.213 kepala keluarga (KK) di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kamis (17/9/2026).
Penyaluran bantuan beras periode Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan di tingkat nagari.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP Posyandu Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, bersama Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok Ir. Syoufitri, Wali Nagari Koto Sani Erinal Dianto, Ketua TP PKK Nagari Koto Sani serta para orang tua penerima manfaat balita.
Tak hanya beras, perhatian pemerintah juga diarahkan pada pemenuhan gizi anak. Sebanyak 46 balita di Nagari Koto Sani menerima masing-masing satu kilogram kacang hijau atau kacang padi.
Nia Jon Firman Pandu mengatakan, pemenuhan gizi balita membutuhkan perhatian bersama, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari keluarga.
“Dengan adanya TP PKK sebagai Bunda Ketahanan Pangan, untuk balita di Nagari Koto Sani terdapat 46 balita yang mendapatkan satu kilogram kacang hijau atau kacang padi. Ini untuk mendukung peningkatan gizi anak kita,” kata Nia.
Ia mengingatkan para orang tua agar memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak dan mengutamakan bahan pangan yang diolah secara alami.
Menurutnya, penggunaan bahan penyedap secara berlebihan serta makanan dan minuman yang kurang sehat bagi anak perlu dikurangi.
Upaya memperkuat ketahanan pangan berlanjut setelah penyaluran beras. Pemerintah Kabupaten Solok menyerahkan 8.000 ekor bibit lele kepada kelompok perikanan di Jorong Padang Balimbiang, Nagari Koto Sani.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, bahkan turun langsung menebarkan bibit lele ke kolam pembesaran.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Ir. Syoufitri, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh kelompok penerima.
“Bibit lele yang kita salurkan sekitar 8.000 ekor. Kita berharap ini dapat memperkuat cadangan pangan Kabupaten Solok dan juga mendukung ketahanan pangan Sumatera Barat,” ujar Syoufitri.
Wali Nagari Koto Sani Erinal Dianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Solok atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, bantuan beras maupun bibit lele memberikan manfaat langsung sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan sumber pangan lokal.
Rangkaian bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat. Pengembangan budidaya lele diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memperkuat sumber pangan berbasis nagari.**yaNs









