Iklan
Iklan

Wawako Padang Tutup Permata CAI ke-47, Tekankan Pembentukan Generasi Emas Profesional dan Religius

Padang – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, secara resmi menutup Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Perkuat Karakter Pemuda Menuju Generasi Emas yang Profesional Religius” tersebut diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Padang dan diikuti sebanyak 185 peserta yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa di bawah naungan DPD LDII Kota Padang.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas konsistensi DPD LDII Kota Padang dalam membina generasi muda melalui kegiatan yang memadukan pendidikan karakter, keagamaan, dan kecintaan terhadap alam.

Menurutnya, kegiatan perkemahan seperti Permata CAI memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan berintegritas. Pembinaan berbasis alam dinilai efektif untuk menanamkan nilai-nilai amanah, kejujuran, kemandirian, disiplin, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman dan keterampilan, tetapi juga penguatan karakter yang menjadi bekal dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Maigus Nasir.

Ia berharap para peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti perkemahan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Lebih lanjut, Maigus menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang mendukung berbagai program pembinaan generasi muda yang berorientasi pada penguatan moral, akhlak, dan kepemimpinan sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi emas Indonesia.

Sementara itu, panitia pelaksana menyebutkan bahwa Permata CAI ke-47 menjadi ajang pembinaan yang tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan kepramukaan dan cinta alam, tetapi juga penguatan nilai-nilai religius, kebersamaan, serta tanggung jawab sosial.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, diharapkan para peserta dapat menjadi generasi muda yang profesional, religius, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun bangsa.*”

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News