Sawahlunto,dutametro.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto teken kesepakatan dengan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Sawahlunto terkait Sekolah Tangguh Bencana untuk pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kesepakatan diteken Kalaksa BPBD Sawahlunto Hilmet dengan Kepala MIN 3 Sawahlunto Hamadi, Selasa (11/08/2026). Usai penandatanganan juga dilaksanakan sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana yang diikuti, guru dan tenaga kependidikan dan murid Madrasah sebanyak 173 orang.
Kalaksa BPBD Hilmet didampingi Kabid Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bet Mukhardi menyebut, SAPB merupakan program Nasional untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana di sekolah.
“Program ini melindungi warga sekolah, menjaga sarana belajar tetap aman, serta memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan saat darurat maupun normal,” ungkap dia.
Dijelaskan Kabid Bet Mukhardi, tiga pilar utama SPAB, Fasilitas Sekolah Aman, yakni membangun dan merawat gedung sekolah agar kuat dari gempa atau angin kencang. Manajemen bencana di sekolah, yakni menyusun rencana darurat, jalur evakuasi, dan membentuk tim siaga bencana dan pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko, yakni mengajarkan cara mitigasi bencana kepada guru dan siswa secara rutin.
“Tujuannya, melindungi siswa dan guru dari korban jiwa. Memastikan sekolah tetap bisa memberikan layanan belajar walau terdampak musibah serta membangun budaya siaga dan tangguh pada anak-anak sejak dini,” jelas dia.
Sementara Kepala MIN 3 Kota Sawahlunto Hamadi, menyampaikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada Kalaksa BPBD Kota Sawahlunto. Dia menyebut pelaksanaan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi berbagai risiko.
“Keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah melindungi seluruh peserta didik dari berbagai risiko bencana,” ungkap dia.
Melalui program ini lanjut Hamadi, diharapkan terbangun budaya sadar bencana, meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah, memperkuat prosedur keselamatan, serta mempererat kerja sama antara sekolah dengan berbagai pihak.(riky)


























