PULAU TALIABU, dutametro.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyetujui permohonan bantuan helikopter untuk mendukung pemadaman api, sementara persiapan operasional penerbangan kini memasuki tahap pemetaan rute dan penentuan lokasi pendukung.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Taliabu, Dr. Yosar Kardiat, memastikan persetujuan tersebut setelah berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, Senin (12/10/2026).
Yosar menjelaskan, BNPB saat ini tengah melakukan kajian teknis terkait rute penerbangan serta menentukan bandara terdekat yang memungkinkan untuk menunjang operasional helikopter pemadaman. Sejumlah aspek menjadi pertimbangan, mulai dari jarak tempuh, keselamatan penerbangan, hingga kesiapan fasilitas pendukung.
Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu telah mengusulkan sejumlah alternatif lokasi untuk mendukung mobilisasi armada udara, termasuk Bandara Banggai Laut dan Bandara Luwuk.
“Alhamdulillah, permohonan bantuan helikopter telah disetujui. Saya telah mengarahkan agar rute penerbangan melalui bandara perintis terdekat dikaji dan dipersiapkan dengan matang, dengan mempertimbangkan aspek teknis, jarak, keselamatan penerbangan, serta kesiapan operasional,” ujar Yosar.
Ia menegaskan, penentuan titik keberangkatan dan berbagai kebutuhan pendukung operasi masih terus dikoordinasikan secara intensif bersama BNPB, BPBD Provinsi Maluku Utara, serta para pemangku kepentingan terkait.
Menurutnya, dukungan helikopter menjadi langkah strategis untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama karena sejumlah titik kebakaran berada di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan dukungan tambahan agar penanganan api dapat dilakukan secara lebih efektif.
Meski demikian, Yosar menekankan bahwa upaya pemadaman di lapangan harus terus berjalan tanpa menunggu kesiapan armada udara. Seluruh unsur yang terlibat diminta memperkuat koordinasi dan sinergi, mulai dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, BNPB, TNI-Polri, BPBD, hingga pemerintah desa.
“Seluruh unsur daerah harus terus memperkuat sinergi di lapangan. Pemadaman secara manual dan persiapan dukungan armada udara harus berjalan beriringan agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal,” tegasnya.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Yosar juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui BNPB dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas respons terhadap permohonan bantuan tersebut.
Ia berharap, dukungan helikopter nantinya dapat mempercepat proses pemadaman, mencegah meluasnya titik api, serta mengurangi dampak kebakaran terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Kita berharap dukungan helikopter ini dapat mempercepat pemadaman, menekan perluasan titik api, serta melindungi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
(Jk)










