Bengkulu, DM – Tim investigasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerbang Merah Putih Bersatu (GMPB) terus bergerak menyusul insiden pencopotan spanduk merek Ormas GMPB, LMPI kota Bengkulu, JPKP dan media yang terjadi secara diam-diam pada Rabu lalu (10/6). Hingga saat ini, identitas oknum pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut masih menjadi misteri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa narasumber di lapangan, terduga pelaku diketahui berjumlah empat orang dengan ciri-ciri menggunakan pakaian kemeja warna putih dan celana panjang warna hitam. Dalam menjalankan aksinya, mereka diduga menggunakan kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza berwarna silver.

Instansi Pemerintah Mengaku Tidak Terlibat
Guna membuat terang insiden ini, tim investigasi GMPB telah berupaya melakukan konfirmasi ke sejumlah instansi pemerintah terkait, di antaranya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota dan Provinsi Bengkulu, serta Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).
Namun, dari hasil konfirmasi yang dilakukan baik secara langsung maupun melalui pesan singkat WhatsApp, instansi-instansi tersebut menyatakan tidak mengetahui dan menegaskan tidak terlibat dalam insiden pencopotan spanduk tersebut.
GMPB Desak Transparansi Sekda
Kendati belum membuahkan hasil, tim investigasi yang dikomandoi langsung oleh Ketua Umum Ormas GMPB, Mulya Hidayat, tidak tinggal diam. Melalui Sekretaris Muhammad Martanus, pihak ormas kini mengalihkan koordinasi ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi dan Kota Bengkulu.
Langkah ini diambil untuk mengungkap apakah ada instruksi resmi terkait agenda penertiban pada hari kejadian. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, baik Sekda Kota maupun Sekda Provinsi Bengkulu belum memberikan jawaban via pesan WhatsApp terkait pertanyaan ada atau tidaknya giat penertiban spanduk Ormas dan media di lokasi dan waktu tersebut.
Gandeng Media, LSM dan Aparat Penegak Hukum (APH).
Di sisi lain, Ketua Harian Ormas GMPB, Indra Syahputra, didampingi Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga, Aan Putra, menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
”Kami terus berupaya melakukan koordinasi erat dengan pihak media, lembaga lain, serta Aparat Penegak Hukum (APH). Langkah kolektif ini kami lakukan guna menelusuri sekaligus mempercepat pengungkapan dalang di balik aksi pencopotan spanduk secara sepihak ini,” ujar Indra.
Ormas GMPB berharap pihak-pihak terkait bisa kooperatif agar dugaan tindakan sewenang-wenang oleh oknum misterius berpakaian putih-hitam ini dapat segera teridentifikasi demi menjaga kondusifitas di wilayah Bengkulu. (Tim)






















