Iklan
Iklan

Tender Proyek Jalan Ketahun-Napal Putih Rp17 Miliar Masuki Tahap Akhir, Kontrak Ditandatangani Juli Ini

BENGKULU, DM – Proses lelang proyek rekonstruksi ruas Jalan Ketahun-Napal Putih di Kabupaten Bengkulu Utara senilai Rp17 miliar kini telah memasuki babak akhir. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Bengkulu menjadwalkan tahapan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) serta penandatanganan kontrak berlangsung pada 6 hingga 17 Juli 2026.

‎Proyek strategis ini memikat daya tarik yang tinggi dari pare pelaku industri yang tinggi dari para pelaku industri konstruksi. Berdasarkan data dari sistem pengadaan, sebanyak 17 perusahaan tercatat berpartisipasi dalam proses tender. Persaingan ketat dengan pengajuan harga penawaran yang kompetitif tersebut kini telah menghasilkan calon pemenang yang siap mengeksekusi pembangunan.

Sebelum mencapai tahap ini, pelaksanaan proyek rekonstruksi sempat mengalami penundaan karena adanya proses penyesuaian harga. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan bahwa seluruh alokasi anggaran telah siap dan tersedia, sehingga pengerjaan fisik di lapangan dapat segera dimulai pasca-penandatanganan kontrak resmi.

Fokus Akselerasi Infrastruktur Mendorong Ekonomi Daerah

‎Rekonstruksi Jalan Ketahun-Napal Putih menjadi salah satu program prioritas pembangunan infrastruktur Pemprov Bengkulu pada tahun anggaran 2026. Selain titik tersebut, komitmen pemerataan jalan juga diarahkan pada dua klaster penting lainnya di Bengkulu Utara, yakni ruas Lais-Argamakmur serta Jalan Kerkap-Tanjung Agung Palik-Lubuk Durian, yang saat ini masih berada dalam proses lelang untuk kegiatan pengawasan.

‎Secara terpisah, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian menegaskan bahwa pembenahan dan pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kabupaten/kota merupakan pilar prioritas sejak awal masa kepemimpinan mereka.

‎Pemerintah daerah menargetkan peningkatan konektivitas antarwilayah hingga ke pelosok desa. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas harian masyarakat, memangkas biaya dan waktu distribusi hasil bumi, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Red)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News