Iklan
Iklan

Hasil TKA 2026 Beri Harapan Baru, Kabupaten Solok Pacu Reformasi Pendidikan Demi Dongkrak IPM

AROSUKA – Di tengah tantangan besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Kabupaten Solok mendapat angin segar dari sektor pendidikan. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 jenjang SD dan SMP menunjukkan tren yang cukup positif dan menjadi sinyal bahwa upaya pembenahan pendidikan mulai menunjukkan hasil.

Berdasarkan data TKA 2026 tingkat Sumatera Barat, Kabupaten Solok berhasil menempati peringkat ke-12 dari 19 kabupaten/kota pada jenjang SD untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Sementara pada jenjang SMP, Kabupaten Solok berada di posisi ke-11 dari 19 daerah.

Nilai rata-rata TKA jenjang SD tercatat 45,42 untuk Matematika dan 62,86 untuk Bahasa Indonesia. Sedangkan pada tingkat SMP, nilai rata-rata Matematika mencapai 41,49 dan Bahasa Indonesia 64,45.

Meski belum mampu menembus jajaran daerah terbaik di Sumatera Barat, capaian tersebut dinilai sebagai langkah maju yang patut diapresiasi. Hasil ini menjadi indikator bahwa fondasi peningkatan mutu pendidikan yang selama ini dibangun mulai bergerak ke arah yang lebih baik.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, H. Elafki, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa hasil TKA bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin dari proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah.

“Alhamdulillah, hasil TKA tahun ini menunjukkan adanya fondasi yang terus kita bangun bersama. Tentu masih banyak yang harus dibenahi, tetapi ini menjadi salah satu indikator bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan mulai menunjukkan arah yang positif,” ujarnya.

Menurut Elafki, TKA menjadi instrumen penting untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

“Kita berharap hasil TKA SD dan SMP ini menjadi salah satu penunjang meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Solok pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Data pembangunan daerah menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok pada tahun 2025 mencapai 73,26, meningkat dari 72,29 pada tahun sebelumnya. Namun secara peringkat, Kabupaten Solok masih berada di kelompok bawah di antara kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Kondisi itu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati H. Candra. Peningkatan kualitas sumber daya manusia kini menjadi salah satu agenda utama pembangunan daerah.

Dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan, termasuk Musrenbang RKPD 2027, penguatan kualitas SDM dan peningkatan daya saing generasi muda ditempatkan sebagai prioritas strategis. Pemerintah menyadari bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas manusianya.

Karena itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok terus mendorong berbagai program pembenahan, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi dan numerasi, pemerataan akses pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Bagi Kabupaten Solok, capaian TKA 2026 bukanlah garis akhir, melainkan titik awal menuju pendidikan yang lebih berkualitas. Target berikutnya bukan sekadar memperbaiki posisi dalam peringkat, tetapi memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan terbaik dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Dari ruang-ruang kelas yang tersebar di seluruh pelosok Kabupaten Solok, masa depan daerah ini sedang dibangun. Mungkin hasilnya belum spektakuler hari ini, namun arah perubahannya sudah mulai terlihat. Dan itulah modal terpenting untuk melahirkan generasi yang lebih cerdas, berdaya saing, serta mampu membawa Kabupaten Solok melangkah lebih maju di masa depan.**yans

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News