TALIABU, dutametro.com – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, terus memperkuat upaya peningkatan mutu pendidikan melalui evaluasi berbasis data dan pembenahan tata kelola sekolah. Wakil Bupati La Ode Yasir menegaskan bahwa hasil evaluasi pendidikan harus menjadi landasan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran, bukan sekadar laporan administratif tanpa tindak lanjut nyata.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Refleksi Rapor Pendidikan dan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pulau Taliabu di Aula Disdikbud, Kota Bobong, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini melibatkan kepala sekolah, pengawas, dan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh wilayah Taliabu.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati La Ode Yasir menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengevaluasi dan memperbaiki kualitas pendidikan. Menurutnya, Rapor Pendidikan harus dipahami sebagai instrumen untuk memetakan kondisi riil satuan pendidikan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu dibenahi secara bersama-sama.
“Refleksi Rapor Pendidikan ini bukanlah wadah untuk menghakimi atau mencari-cari kesalahan, melainkan cermin objektif yang memotret kondisi riil layanan pendidikan kita. Melalui Perencanaan Berbasis Data, kita harus meninggalkan pola lama yang hanya mengandalkan asumsi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, data mengenai capaian literasi, numerasi, dan pembentukan karakter peserta didik harus menjadi pijakan utama dalam merumuskan program, menentukan prioritas anggaran, serta menetapkan kebijakan sekolah. Dengan demikian, setiap langkah pembenahan diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata peserta didik dan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
La Ode Yasir juga mengingatkan agar kegiatan refleksi dan sosialisasi tersebut tidak berakhir sebagai agenda formalitas. Ia meminta seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik menerjemahkan hasil evaluasi menjadi langkah konkret yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.
“Saya minta momentum ini jangan berhenti di taraf sosialisasi dan formalitas semata. Tindak lanjuti hasil refleksi ini menjadi tindakan nyata (action plan) di sekolah masing-masing. Bangun budaya kolaborasi antarguru melalui Komunitas Belajar (Kombel) dan ciptakan suasana sekolah yang aman, menyenangkan, serta berpihak pada murid,” pintanya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu, Damruddin, M.Pd., menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal pelaksanaan evaluasi berbasis data sekaligus memastikan hasilnya menjadi dasar perbaikan mutu pendidikan.
Damruddin menegaskan, Disdikbud tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan sosialisasi, tetapi juga berupaya mendorong agar hasil refleksi dapat diterapkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan di setiap satuan pendidikan.
“Kami di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen penuh menerjemahkan arahan Bapak Wakil Bupati. Evaluasi berbasis data ini akan menjadi acuan kami dalam mendampingi para kepala sekolah dan guru,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap program intervensi yang dirancang harus berorientasi pada kebutuhan riil peserta didik di ruang kelas. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas pembelajaran sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Pulau Taliabu.
Melalui refleksi Rapor Pendidikan dan sosialisasi TKA ini, Disdikbud Pulau Taliabu diharapkan semakin memperkuat koordinasi dengan seluruh satuan pendidikan dalam membangun sistem pendidikan yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan setiap peserta didik di Bumi Hemungsia Sia Dufu.
(JK)










