Sawahlunto,dutametro.com – Meski tahapan Pemilu dan Pilkada telah berakhir, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto terus memperkuat sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada masyarakat. Salah satunya melalui dialog interaktif bersama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Sawahlunto FM. Hadir sebagai pemateri Komisioner KPU Kota Sawahlunto Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Rony Yandri, Rabu (19/08/2026).
Dalam dialog yang mengangkat tema “Membangun Budaya Demokrasi melalui Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Masa Non-Tahapan” Rony menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga kesadaran masyarakat terhadap demokrasi.
“Pemilu dan Pilkada memang telah selesai dilaksanakan. Namun, demokrasi tidak berhenti ketika proses pemungutan dan penghitungan suara berakhir,” ujar Rony.
Menurut Rony, terdapat sejumlah pekerjaan penting yang harus terus dilakukan pada masa non-tahapan, di antaranya menjaga kesadaran masyarakat terhadap demokrasi, meningkatkan kualitas partisipasi pemilih, membangun pemilih yang cerdas, serta memastikan masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
“Salah satu fokus KPU Sawahlunto adalah memperluas pendidikan pemilih kepada generasi muda, termasuk generasi Z,” kata dia.
Rony menilai masa non-tahapan justru menjadi waktu yang strategis untuk memberikan pemahaman kepemiluan secara berkelanjutan kepada masyarakat dan menjadi momentum untuk mempersiapkan masyarakat agar menjadi pemilih yang lebih cerdas dan bertanggung jawab
Rony menambahkan, pendidikan pemilih tidak cukup hanya dilakukan menjelang pelaksanaan Pemilu atau Pilkada. Kegiatan tersebut harus berlangsung secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai kelompok masyarakat.
Karena itu, lanjut Rony KPU Sawahlunto terus mendorong keterlibatan generasi muda, masyarakat marginal, komunitas, lembaga pendidikan, partai politik, media, serta berbagai elemen masyarakat lainnya dalam membangun budaya demokrasi.
“Keberhasilan demokrasi tidak semata-mata diukur dari tingginya angka partisipasi pemilih. Yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat menggunakan hak pilihnya secara sadar, rasional, dan bertanggung jawab,” jelas Rony.
Disinggung terkait tingkat partisipasi pemilih di Kota Sawahlunto pada Pemilu dan Pilkada sebelumnya Rony menyebut salah satu yang tertinggi di Sumatera Barat. Namun, capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas partisipasi masyarakat.
“Kita tidak hanya mengejar tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga membangun partisipasi yang berkualitas dan budaya demokrasi yang sehat di Kota Sawahlunto,” tutup dia.(riky)





























