Kotamobagu,DutaMetro.com-Kemajuan bangsa tidak cukup hanya ditopang kecanggihan teknologi dan keberhasilan individu, tetapi harus dibangun melalui karakter yang kuat, nasionalisme, daya juang, serta kepedulian terhadap sesama. Pesan inilah yang menjadi penegasan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Kotamobagu.
“ Kemajuan sejati dimulai dari diri manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak pernah menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian kutipan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M.
Amanat tersebut menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan atau slogan patriotisme. Kecintaan terhadap Tanah Air harus diwujudkan melalui tindakan nyata, pengabdian, karya, serta kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Generasi muda juga dituntut memiliki karakter tangguh, berani menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah ketika mengalami kegagalan, serta mampu melahirkan inovasi yang menjawab kebutuhan zaman. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, pemuda harus mampu meningkatkan kompetensi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai kemanusiaan.
Selain daya saing, kepedulian sosial menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa. Kemajuan teknologi dan pencapaian pribadi tidak boleh membuat generasi muda abai terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, kemampuan dan pengetahuan harus menjadi modal untuk menghadirkan solusi serta mendorong perubahan positif.
Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi generasi muda Kotamobagu untuk memperkuat persatuan, menjaga kebinekaan, dan menumbuhkan semangat gotong royong. Perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat dan daerah.
Semangat Sumpah Pemuda pada akhirnya harus tercermin dalam sikap, integritas, dan tindakan sehari-hari. Pemuda bukan sekadar pewaris masa depan, melainkan penentu arah kemajuan bangsa yang dituntut mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah dan Indonesia.
Dengan nasionalisme yang kokoh, karakter yang kuat, serta kepedulian terhadap sesama, generasi muda diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga persatuan sebagai kekuatan utama bangsa.***










