Sawahlunto, dutametro.com – Akselerasi kejaksaan untuk mewujudkan penegakkan hukum modern menuju Indonesia emas, menjadi semangat segenap jajaran Kejaksaan Negeri Sawahlunto dalam memaknai peringatan hari Adhyaksa ke 64. Berbagai kegiatan dan juga bakti sosial digelar mulai dari 8 Juli hingga puncak 22 Juli 2024 digelar syukuran yang diawali dengan apel yang dipimpin Kajari Sawahlunto Andarias D’Orney.
Kajari Andarias menyebut, kegiatan seperti perlombaan olahraga digelar ditingkat intern Kejari. Perlombaan seperti tenis meja, volly ball, domino dan lainnya dilakukan untuk memberikan semangat bekerja kepada seluruh jajaran Kejari terutama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Juga untuk merawat solidaritas dan keeratan antar pegawai sehingga terjalin semangat bersama dalam menjalankan tugas secara optimal sesuai dengan harapan masyarakat,” kata dia.
Sementara kegiatan lainnya seperti operasi pasar digelar bekerjasama dengan Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) yang merupakan bentuk pedulian jajaran Kejaksaan dalam mendukung upaya pengendalian inflasi dan meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan.
“Kita juga melakukan donor darah dan memberikan bantuan makanan tambahan bagi anak stunting bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, anjangsana ke panti asuahan dan ke makam pahlawan,” ujar dia didampingi Kasi Intel Dede Mauladi dan Kasi Pidsus Andiko.
Sementara acara syukuran hari Adhyaksa ke 64, Kejari Sawahlunto melakukan potong tumpeng dan juga pemberian bingkisan kepada Purnaja Kejari.

Disinggung terkait kasus yang tengah ditangani khususnya pidana khusus korupsi, pihaknya sebut Andarias saat ini tengah mengumpulkan data terkait 2 laporan dan 2 kasus dana BOS masih dalam tahap penyelidikan. Kasus PT WWS sudah masuk ranah meja hijau.
Sementara kasus Puskesmas Talawi saat ini tengah mengupayakan penghitungan kerugian negara melalui audit internal Kejati.
“Sudah 2 tahun kita masih menunggu uadit dari BPKP, namun belum juga ada laporannya. Kita akan coba tarik berkasnya untuk dilakukan audit internal Kejati,” kata dia.(rki)

























