Aro Talang – Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan oleh Anggota DPRD, Iskan Nofis, yang turun langsung ke lapangan untuk meninjau sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan rumah bagi warga di Jorong Aro, Nagari Talang.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi pembangunan awal pelaksanaan program bedah rumah di wilayah tersebut. Program ini juga sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, Melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dipimpin Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Candra khususnya bagi masyarakat yang masih hidup dalam kondisi kurang layak.
Dalam kunjungan tersebut, Iskan Nofis hadir bersama jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Solok yang dipimpin oleh Drs. H. Edwar, MM. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi nyata antara wakil rakyat dan lembaga sosial dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Bantuan bedah rumah kali ini diberikan kepada warga bernama Andre dan Keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi Kurang Layak, Tak hanya mengandalkan program, Iskan Nofis juga menunjukkan kepedulian pribadinya dengan menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp1.500.000 untuk membantu kebutuhan pembangunan lainnya.
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi bagian dari komitmen kita untuk memastikan masyarakat dapat hidup lebih layak. Kolaborasi seperti ini penting agar bantuan tepat sasaran dan berdampak nyata,” ujar Iskan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur pemerintahan nagari, seperti perwakilan wali nagari melalui Kasi Nagari Nofta Yandi, Kepala Jorong Aro Muhammad Fauzi, serta tokoh masyarakat seperti niniak mamak dan warga setempat. Kehadiran berbagai elemen ini memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Solok, Edwar, juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen mendukung program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, zakat yang dikelola harus mampu menjadi solusi nyata, bukan sekadar bantuan sesaat.
Suasana haru pun menyelimuti kegiatan tersebut. Andre, penerima bantuan, tak kuasa menahan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini menjadi harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik bersama keluarga.
Program bedah rumah ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, program ini menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat nagari.
Langkah nyata seperti ini membuktikan bahwa upaya menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat bukan hanya wacana, melainkan sebuah gerakan bersama yang terus diwujudkan.**(yans)

















