Iklan
Iklan

Religious Literacy Perkuat Moderasi Beragama, Penyuluh Agama Dibekali Pemahaman Lintas Iman dan AI

Kotamobagu,DutaMetro.com-Program Religious Literacy terus diperkuat sebagai upaya membangun moderasi beragama dan mempererat toleransi di tengah masyarakat majemuk. Program ini dirancang khusus untuk memperkaya pengalaman lintas iman para penyuluh agama agar mampu menjadi garda terdepan dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman.

Dr. Leonard menegaskan, program tersebut tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga membentuk cara pandang yang lebih terbuka terhadap perbedaan.

Menurutnya, pemahaman lintas agama menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis.

“Program ini diharapkan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mengenal umat agama lain yang pada akhirnya akan menciptakan sikap toleransi, saling menghargai, dan menerima,” ujar Dr. Leonard.

Ia menjelaskan, sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017, program Religious Literacy telah melatih lebih dari 1.400 penyuluh agama yang tersebar di 12 kabupaten dan kota di Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam membangun masyarakat yang inklusif dan bebas dari sikap intoleransi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali enam materi utama yang dinilai relevan dengan tantangan kehidupan sosial saat ini. Materi itu meliputi Agama dan Negara, Agama dan Bina Damai, Agama dan Hak Asasi Manusia, Agama dan Martabat Kemanusiaan, Agama dan Ekologi, hingga Agama dan Artificial Intelligence (AI).

Seluruh materi disampaikan langsung oleh para akademisi dan praktisi dari berbagai lembaga ternama, seperti IAKN Manado, Universitas Sam Ratulangi, UKDW, Climate Change Institute, hingga ICRS-UGM. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif yang luas dan mendalam kepada para peserta terkait isu-isu keberagaman dan kemanusiaan.

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara ICRS dan Kementerian Agama Kota Kotamobagu di bawah kepemimpinan Jamaluddin Lamato, dengan dukungan Mennonite Central Committee (MCC) serta Yayasan Kerjasama Perdamaian dan Akademik Indonesia (YKPAI).

Program Religious Literacy dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Melalui para penyuluh agama, pesan perdamaian, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman diharapkan semakin luas tersampaikan kepada masyarakat, sekaligus menjadi benteng menghadapi potensi konflik sosial dan intoleransi.***

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News