Iklan
Iklan

Kapolda Sumsel Pimpin Gelar Operasional, Instruksikan Jajaran Turun langsung ke Masyarakat

PAGAR ALAM – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan menggelar Rapat Gelar Operasional (GO) Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan di Mapolres Pagar Alam, Kamis (30/7/2026). Kegiatan evaluasi kinerja tengah tahun yang dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan seluruh Kapolres jajaran ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho.

​Dalam arahannya, Irjen Pol Sandi Nugroho secara tegas menginstruksikan seluruh jajarannya, khususnya para Kapolres dan Kapolsek, untuk proaktif turun langsung ke masyarakat guna menyerap aspirasi dan memberikan solusi nyata di lapangan. Menurutnya, refleksi operasional ini penting untuk mengukur capaian program kerja sejak Januari hingga Juli 2026, sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Bumi Sriwijaya benar-benar terjaga.

​”Falsafah lokal Ngapo Bumi Sriwijaya Aman Bae bukan sekadar jargon, melainkan spirit, niat, dan doa kita bersama. Semuanya tidak akan bermakna jika pada akhirnya masyarakat tidak merasa aman. Maka dari itu, saya minta para Kapolres ubah pendekatannya, turun langsung ke desa-desa, dengarkan dan sentuh langsung masyarakat,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho di hadapan peserta gelar operasional.

​Salah satu penekanan utama dalam instruksi “turun ke masyarakat” ini adalah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyongsong musim kemarau dan fenomena El Nino. Kapolda meminta kepolisian tidak hanya mengandalkan pantauan satelit pada Peta Digital Kamtibmas, melainkan mengedepankan kehadiran fisik di akar rumput.

​”Khusus penanganan Karhutla, SOP-nya kita ubah. Jangan masyarakat yang diundang ke kantor polisi, tapi Kapolres dan Kapolsek yang turun patroli ke desa-desa. Kumpulkan para Kades dan bangunkan kembali semangat Masyarakat Peduli Api (MPA). Berikan sentuhan kemanusiaan, dialog, dan edukasi langsung di lapangan,” jelas lulusan terbaik Akpol 1995 tersebut.

​Selain isu Karhutla, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat juga dibuktikan melalui capaian program yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Kapolda mengapresiasi keberhasilan jajaran dalam mencapai target lahan Ketahanan Pangan, penyelesaian 74 unit Jembatan Merah Putih, penataan tata kelola migas (SPBG), hingga eksekusi ribuan titik pembersihan lewat Program Belida (Bersih Lingkungan dan Asri).

​Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel menambahkan bahwa implementasi personel yang turun ke masyarakat ini harus berjalan beriringan dengan keterbukaan informasi. Setiap langkah dan inovasi kepolisian harus terekam dan terpublikasi sebagai bentuk transparansi publik.

​”Sebagaimana ditekankan Bapak Kapolda, layanan informasi publik adalah bukti sah bahwa polisi bekerja. Ketika anggota kita di lapangan lelah melaksanakan patroli, bakti sosial, maupun pencegahan Karhutla, itu semua wajib diamplifikasikan melalui platform SPPT, Media Hub, maupun media arus utama. Kebaikan kepolisian jangan pernah ditutup-tutupi, agar masyarakat tahu dan literasi informasi Kamtibmas dapat tersampaikan dengan utuh,” ujar Kabid Humas.

Perwujudan Polri yang Presisi tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak kasus yang berhasil diungkap, melainkan dari seberapa cepat dan sering aparat penegak hukum hadir saat rakyat membutuhkan. Melalui langkah strategis turun langsung ke desa-desa dipadukan dengan amplifikasi layanan informasi publik yang transparan, Polda Sumsel tidak hanya sedang menjaga stabilitas keamanan wilayah, tetapi juga tengah merawat ikatan kepercayaan yang kuat dan humanis antara kepolisian dan masyarakat di seluruh penjuru Bumi Sriwijaya.

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News