Iklan
Iklan

Tak Menunggu Bantuan, Kabupaten Solok Sukses Jemput Dua Program Prioritas Nasional dari KKP

KOTO BARU – Kerja keras Pemerintah Kabupaten Solok dalam membangun komunikasi hingga ke pemerintah pusat mulai membuahkan hasil. Kabupaten Solok kini membuka peluang besar menjadi daerah penerima dua program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Program Mina Padi dan Program Budidaya Ikan Darat Tematik untuk periode 2026–2029.

Peluang strategis tersebut muncul saat kunjungan Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP Enggar Saptopo bersama Direktur Pengolahan Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Budi Yuwono ke Kabupaten Solok, Jumat (31/7/2026). Dalam pertemuan itu, jajaran KKP meminta Pemerintah Kabupaten Solok segera mengajukan proposal melalui Bupati sebagai langkah awal untuk memperoleh dukungan program dari pemerintah pusat.

Kesempatan itu langsung disambut cepat oleh Pemerintah Kabupaten Solok. Di bawah kepemimpinan Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH, strategi pembangunan diarahkan untuk aktif menjemput program nasional melalui komunikasi, koordinasi, dan penyampaian proposal yang matang, bukan hanya menunggu bantuan turun dari pusat.

Langkah tersebut diterjemahkan secara nyata oleh Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Ir. Syoufitri, M.M, yang bergerak cepat menyiapkan proposal serta membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak. Upaya itu kemudian diperkuat oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Syefdinon, S.Sos., M.M, yang mengawal usulan hingga ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kolaborasi dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat akhirnya membuka jalan bagi Kabupaten Solok untuk masuk dalam radar program strategis nasional. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pembangunan dapat diraih melalui kerja nyata, sinergi, dan kemampuan daerah membangun kepercayaan dengan pemerintah pusat.

Jika terealisasi, Program Mina Padi akan mengintegrasikan budidaya padi dan ikan dalam satu hamparan sawah sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani. Sementara Program Budidaya Ikan Darat Tematik diproyeksikan memperkuat sentra perikanan air tawar yang produktif, berdaya saing, dan bernilai ekonomi tinggi.

Bupati Jon Firman Pandu menegaskan, pemerintah daerah harus berani mengubah cara kerja. Menurutnya, peluang pembangunan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan melalui komunikasi yang kuat, proposal yang berkualitas, dan kolaborasi yang berkelanjutan dengan pemerintah pusat.

Keberhasilan membuka akses terhadap dua program prioritas nasional ini menjadi awal dari langkah yang lebih besar. Pemerintah Kabupaten Solok memastikan akan terus memperjuangkan berbagai program strategis lainnya agar semakin banyak investasi pembangunan yang masuk ke daerah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Strategi “jemput program, bukan menunggu bantuan” kini bukan lagi sekadar slogan. Dua program prioritas nasional yang mulai mengarah ke Kabupaten Solok menjadi bukti bahwa keberanian membangun jaringan, kerja keras, dan sinergi lintas pemerintahan mampu membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.**yans

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News