Iklan
Iklan

Hujan Deras, Bangunan SD Tak Terpakai di Baringin Roboh. Warga Minta Pemko Padang Segera Bertindak

PADANG ,dutametro.com.— Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Rabu (19/8/2026) menimbulkan kerusakan di sejumlah titik. Salah satunya di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, di mana satu lokal bangunan Sekolah Dasar yang sudah tidak digunakan dilaporkan roboh.

Bangunan tersebut diduga tidak kuat menahan guyuran hujan dan kondisi tanah yang labil. Beruntung, karena sudah lama tidak difungsikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

*Sungai Melebar, Warga Khawatir*
Selain merobohkan bangunan, hujan deras juga menyebabkan terjadinya pelebaran pada jalur sungai di kawasan Baringin. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, mengingat jika hujan lebat kembali terjadi, potensi luapan dan erosi tebing sungai akan semakin besar.

“Kalau hujan terus seperti ini, kami takut sungainya makin melebar dan masuk ke pemukiman,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

*Jembatan Penghubung Hancur Belum Diperbaiki*
Permasalahan infrastruktur di Baringin ternyata tidak hanya sebatas bangunan roboh dan sungai. Warga juga menyoroti kondisi jembatan penghubung antara Kelurahan Baringin dengan Koto Lalang yang sudah lama rusak parah.

Ketua LPMK Baringin, *Jamal F Chan*, menegaskan bahwa pihaknya sudah berulang kali menyampaikan keluhan ini kepada pihak terkait. Namun hingga kini belum ada langkah perbaikan yang nyata.

“Kita berharap perhatian yang sangat serius dari Pemerintah Kota Padang dengan keadaan seperti ini,” ujar Jamal kepada awak media, Kamis (20/8/2026).

Ia menambahkan, kondisi saat ini tidak bisa lagi hanya ditangani dengan peninjauan. Warga butuh aksi nyata.

“Apalagi dengan jembatan penghubung antara Baringin dengan Koto Lalang yang sudah lama hancur dan tidak ada perbaikan lagi. Kami mohon jangan hanya peninjauan semata, asal buat Bapak senang. Tolong segera dieksekusi,” tegasnya.

*Minta Eksekusi, Bukan Sekadar Tinjau*
Menurut Jamal, perbaikan jembatan dan penanganan aliran sungai adalah kebutuhan mendesak untuk menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan.

Ia berharap Pemko Padang segera mengalokasikan anggaran dan menurunkan tim teknis untuk melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar penanganan sementara.

*Imbauan Kewaspadaan*
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah dengan infrastruktur rawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kota Padang terkait rencana penanganan di lokasi tersebut.

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News