BUKITTINGGI, dutametro.com.- Pemerintah Kota Bukittinggi resmi memulai pembenahan halaman Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). Langkah ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas kawasan wisata agar lebih tertib, aman, nyaman, dan representatif bagi masyarakat Bukittinggi dan para pengunjung.
Penataan kawasan TMSBK ditetapkan sebagai salah satu program prioritas daerah berdasarkan Keputusan Wali Kota Bukittinggi Nomor 188.45-133-2026 tentang Kegiatan Prioritas Daerah tahun 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Rofie Hendria, menjelaskan pembenahan halaman TMSBK bertujuan mengembalikan fungsi lahan sebagai fasilitas umum, meningkatkan dan mengoptimalkan sarana dan prasarana, serta menyediakan ruang terbuka yang lebih tertata.
“Pembenahan ini juga untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan serta meningkatkan daya saing pariwisata Kota Bukittinggi,” ujar Rofie.
Rofie menyebutkan, pembenahan mulai dilaksanakan pada 3 September 2026 dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Pengerjaan ditargetkan selesai dalam 100 hari.
Proses pembenahan dilakukan dengan mengganti beberapa tatanan halaman TMSBK, seperti mengganti paving block.
“Sejarah Singkat TMSBK*
TMSBK sendiri merupakan salah satu ikon wisata tertua di Sumatera Barat. Kawasan ini hadir sejak tahun 1900an, dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda dan diberi nama Stormpark.
Pada 3 Juli 1929, kawasan ini dikembangkan menjadi kebun binatang dengan nama Fort De Kocksche Dieren Park.
Kemudian hingga tahun 1995 melalui Perda No 2 Tahun 1995, kawasan ini secara resmi dinamakan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) hingga saat ini.
Sepanjang sejarahnya, TMSBK telah beberapa kali melakukan pembenahan, seperti pembangunan kandang harimau dan pembuatan kandang burung raksasa atau kandang aviari.
(Zlk)*





