Iklan
Iklan

Antrean BBM Mengular di Kotamobagu, Pemkot Panggil Lima Pimpinan SPBU

KOTAMOBAGU — Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kotamobagu mulai menjadi perhatian serius masyarakat.

Pemandangan kendaraan yang berjejer panjang hingga memakan waktu berjam-jam menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Jika stok BBM disebut masih tersedia, mengapa antrean justru terjadi hampir di setiap SPBU?

Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu memilih tidak membiarkan persoalan tersebut berkembang menjadi keresahan. Pemkot memanggil lima perwakilan pimpinan SPBU yang beroperasi di wilayah Kotamobagu untuk meminta penjelasan terkait kondisi distribusi, ketersediaan, serta pelayanan BBM di lapangan.

Asisten II Pemerintah Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo, mengaku heran dengan kondisi antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU.

“Kalau stok BBM tersedia, kenapa terjadi antrean panjang di setiap SPBU? Ini yang perlu kita telusuri,” kata Noval.

Menurut Noval, pemerintah perlu segera mengetahui akar persoalan agar kondisi tersebut tidak memicu kepanikan masyarakat.

Pemkot ingin mendapatkan gambaran yang jelas dari pengelola SPBU, apakah antrean terjadi akibat pola distribusi, waktu pelayanan, meningkatnya permintaan masyarakat, atau adanya kendala lain di lapangan.

“Jangan sampai kondisi ini membuat masyarakat panik. Karena itu harus kita cari tahu penyebab sebenarnya,” ujarnya.

Pertemuan dengan lima pimpinan SPBU tersebut menjadi langkah awal Pemkot Kotamobagu untuk mengurai persoalan antrean BBM yang belakangan terjadi.

Pemerintah ingin memastikan informasi mengenai ketersediaan BBM di tingkat SPBU benar-benar sesuai dengan kondisi yang dirasakan masyarakat.

Sebab, antrean panjang bukan hanya persoalan kendaraan yang harus menunggu. Bagi pengemudi angkutan, pelaku usaha, pekerja, maupun masyarakat yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kendaraan, sulitnya mendapatkan BBM dapat berdampak langsung terhadap aktivitas dan perputaran ekonomi.

Karena itu, Pemkot meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut.

Jika stok BBM memang tersedia, pemerintah perlu mengetahui mengapa masyarakat masih harus menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean. Sebaliknya, jika terdapat kendala distribusi maupun pelayanan, persoalan tersebut harus segera dibenahi.

“Kita perlu telusuri bersama agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak panik,” tegas Noval.

Kini, hasil pertemuan Pemkot Kotamobagu dengan lima pimpinan SPBU menjadi perhatian publik. Pemerintah diharapkan dapat mengungkap penyebab sebenarnya di balik antrean BBM yang terus mengular dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Apakah persoalannya stok, distribusi, pelayanan, atau tingginya permintaan? Jawaban atas pertanyaan tersebut kini ditunggu masyarakat Kotamobagu.

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan

Related News