PULAU TALIABU, durametro.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu mulai bergerak mempercepat tahapan persiapan pembangunan Bandara Dufo di Kecamatan Taliabu Barat. Senin (28/9/2026), tim gabungan lintas instansi turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran dan pemetaan lahan milik warga.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam proses penataan dan verifikasi lahan sebelum rencana pembangunan fasilitas transportasi udara itu memasuki tahapan berikutnya.
Tim yang diterjunkan melibatkan jajaran teknis Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Sula, Kejaksaan, serta personel Polres Pulau Taliabu. Keterlibatan sejumlah institusi tersebut diarahkan untuk memastikan proses identifikasi, pengukuran, dan pemetaan batas lahan berlangsung tertib serta memiliki dasar administrasi dan hukum yang jelas.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pulau Taliabu, Sukrin Lasanya, S.A.P., mengatakan pengukuran lahan merupakan tahapan awal yang harus diselesaikan sebelum proses pembangunan fisik bandara dapat dilanjutkan.
“Ini baru tahapan pengukuran lahan kepada seluruh pemilik lahan yang ada di lokasi bandara. Kami bersama tim telah turun langsung untuk melakukan pengukuran kepada warga pemilik lahan,” ujar Sukrin.
Dalam proses tersebut, Pemda juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi lahan tetap kondusif selama tahapan inventarisasi berlangsung.
Sukrin mengimbau para pemilik lahan di kawasan calon lokasi Bandara Dufo untuk tidak melakukan transaksi jual-beli tanah terlebih dahulu hingga seluruh proses pengukuran dan pendataan lahan selesai.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya persoalan administrasi maupun potensi sengketa kepemilikan di tengah proses inventarisasi.
Pemda Pulau Taliabu, kata Sukrin, berkomitmen menjalankan seluruh proses penataan lahan secara terbuka dan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan.
“Kami dan semua tim telah memproses tahap pengukuran lahan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan semua pihak,” tegasnya.
Proses pengukuran tersebut mendapat respons positif dari sejumlah pemilik lahan. Mereka terlihat kooperatif mendampingi petugas ketika melakukan pemasangan patok serta menentukan batas masing-masing bidang tanah.
Salah seorang pemilik lahan, Sofian Hasan, mengapresiasi langkah Pemda Pulau Taliabu yang mulai melakukan pengukuran secara langsung di lapangan. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya pemerintah merealisasikan pembangunan Bandara Dufo.
Menurut Sofian, keberadaan bandara bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan kebutuhan konektivitas masyarakat dan prospek pertumbuhan ekonomi Pulau Taliabu.
“Ini bagian dari kebutuhan masyarakat Taliabu yang sangat penting. Sehingga kami semua pemilik lahan telah menyetujui untuk proses pembangunan bandara,” kata Sofian.
Ia berharap tahapan pengukuran dan penataan lahan dapat segera dituntaskan sehingga rencana pembangunan Bandara Dufo dapat bergerak menuju tahap konstruksi.
“Kami sangat mendukung seluruh alur kegiatan pengukuran yang tengah berjalan dan berharap Pemda Pulau Taliabu dapat segera menindaklanjutinya hingga ke tahap konstruksi fisik bandara,” harapnya.
(Jk)









