Iklan
Iklan

Rakor PAKEM, Perkuat Koordinasi Lintas Instansi ditengah Keberagaman Sawahlunto

Sawahlunto,dutametro.com – Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM), Rabu (21/10/2026). Rapat koordinasi yang buka Kasubsi I Intelijen Kejaksaan Negeri Sawahlunto, Bayu Kresna Fernando Demoswa itu upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi potensi persoalan keagamaan di tengah masyarakat.
“PAKEM merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi penyimpangan dalam aktivitas aliran kepercayaan dan keagamaan, sekaligus memastikan persoalan yang muncul ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” sebut Bayu Kresna.

Sementara kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto Zulkifli menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai, tenteram, dan nyaman. Menurut dia tantangan dalam menjaga kerukunan dapat datang dari berbagai arah, baik dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar.
“Karena itu, setiap persoalan perlu dihadapi dengan sikap bijaksana dan penyelesaian yang baik. Kehidupan masyarakat yang harmonis menjadi salah satu fondasi penting bagi kelancaran pembangunan daerah,” ungkap dia.

Kakankemenag Zulkifli mengajak para penyuluh agama dan seluruh unsur terkait untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang menyeluruh, meningkatkan pertukaran informasi, serta membangun kolaborasi lintas sektor. Pemahaman agama yang baik diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghormati dan menjadikan agama sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Sawahlunto, Zainal Arizal Datuak Bandaro Putiah mengingatkan agar setiap aliran kepercayaan maupun praktik keagamaan dipahami secara cermat sebelum mengambil kesimpulan.

Untuk itu dia meminta penyuluh agama untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap suatu kelompok. Informasi perlu dikumpulkan secara lengkap dan diverifikasi sebelum disampaikan kepada tim PAKEM.
“Penyuluh harus melaporkan informasi berdasarkan fakta yang ada agar informasi yang diterima PAKEM akurat,” ingat ketua FKUB.

Hadir juga dalam rakor itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto, Asril MPD. Rakor juga membahas pentingnya kewaspadaan terhadap potensi persoalan keagamaan di masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun melalui koordinasi dengan Kepala KUA dan jajaran terkait, terdapat kelompok yang pernah menjadi perhatian, tetapi dilaporkan cenderung tidak lagi aktif.(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News