Solsel, dutametro.com – Percepatan pertumbuhan ekonomi daerah membutuhkan sinergi lintas pemerintahan, penguatan sektor unggulan, serta kemampuan menciptakan sumber-sumber ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Senin (2/11/2026).
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan turut mengambil bagian dalam rapat koordinasi tersebut yang diwakili Sekretaris Daerah, Dr. Syamsurizaldi, S.IP., SE., MM., bersama Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, perwakilan Bapperida, serta Inspektorat Kabupaten Solok Selatan.
Rakor yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi, para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, serta jajaran kementerian, lembaga dan instansi terkait ini menjadi forum evaluasi sekaligus pemantapan langkah percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dengan target mencapai 8 persen.
Dalam paparannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu peluang yang perlu mulai diperhatikan pemerintah daerah adalah pengembangan green jobs atau pekerjaan hijau, yakni peluang kerja yang mendukung kegiatan ekonomi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti kondisi lapangan kerja nasional yang masih didominasi sektor informal. Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat ekosistem ekonomi, memperluas kesempatan kerja formal, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta memanfaatkan potensi bonus demografi, khususnya generasi muda, sebagai kekuatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.(Med)











