Bogor, Dutametro.com – Kasus penganiayaan yang sempat viral di media sosial menimpa satu keluarga di Bogor, terdiri dari suami, istri dan anak perempuannya. Mereka jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh sekitar 10 orang. Bahkan pelaku sempat memukul salah satu korban yang sedang menggendong bayi berusia 5 bulan.
Sementara menurut pemilik akun @ajolajolan, menuliskan “Kelompok tersebut langsung membabi buta menghajar Bapak (yang masih menggendong bayi) sampai babak belur. Bahkan adik perempuan saya yang teriak histeris pun ikut dipukul,” tulis akun tersebut, Rabu (26/4/2023).
Saat dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Bogor Selatan Kompol Diana Sulistiowati membenarkan peristiwa pemukulan tersebut. Diana mengatakan hal itu berdasarkan keterangan para saksi dan korban.
Selanjutnya disebut Diana, “Iya betul, jadi waktu kejadian korban atas nama Saimin kebetulan lagi menggendong cucunya usia 4 bulan. Jadi makanya waktu itu dia tidak tau apa-apa, langsung dipukul,” ujarnya di kantor, Rabu (26/4/2023).
Sehingga akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka di bagian wajah. Sementara kondisi bayi aman dan tidak jadi korban pemukulan.
Disebutkan Diana, “Ya seolah-olah menurut si pelaku ini bahwa dia (korban) menghalang-halangi orang yang dicari. Korban karena sedang menggendong cucunya, makanya nggak melawan dan luka di bagian mata. Tapi, Alhamdulillah sudah kita visum. Kalau kondisi si bayi aman,” katanya.
Kemudian Diana mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan tersebut. Saat ini para pelaku dalam proses pencarian.
Ditegaskan Diana, “Kita juga masih mencari pelaku, mudah-mudahan masih ada, karena warga juga kan kenal sama mereka. Jadi kita mungkin bisa menyelidikinya,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, postingan yang menarasikan pasangan suami-istri (pasutri) dan anak perempuannya mengalami penganiayaan oleh sekelompok orang di Kota Bogor viral di media sosial. Polisi menyebut akan menindak sesuai prosedur.
Sementara dalam salah satu postingan di Twitter akun @ajolajolan, menyebutkan bahwa keluarganya yang terdiri bapak, ibu dan adik perempuannya mengalami penganiayaan oleh sekelompok orang. Akun itu juga menyebutkan mereka membutuhkan pertolongan.
Dalam akun twitter @ajolajolan, dinarasikan “Mau minta tolong bantuan ke warga Twitter. Keluarga saya kena pukul kumpulan/komunitas/ikatan/keluarga (menyebut kelompok tertentu),” tulis akun itu, Rabu (26/4).(H.A)

















