Nias,dutametro.com .-Kecamatan Ma’u Kabupaten Nias Laksanakan Rembuk Stunting.Kecamatan Ma’u Kabupaten Nias melaksanakan Rembuk Stunting bertempat di Balai Serba Guna Kecamatan Ma’u. Senin, 05/06/223
Camat Ma’u, Arosokhi Gulo selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Ma’u menyampaikan bahwa Tim Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan Ma’u sampai saat ini telah melakukan berbagai langkah-langkah Percepatan Penurunan Stunting melalui Penetapan Lokus Desa Stunting Kecamatan Ma’u Tahun 2023 dan Melaksanakan Rencana Aksi di Kecamatan Ma’u.
”Melalui upaya dan dukungan dari berbagai pihak, angka stunting Kecamatan Ma’u mengalami penurunan 2022 dibandingkan angka stunting pada tahun yang lalu berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), pada tahun 2023 Pemerintah Pusat mengharapkan prevalensi stunting dapat diturunkan pada angka 17%, tentunya dibutuhkan kerja keras TPPS Kecamatan Ma’u dan seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Ma’u pada tahun 2023 atau 2024 menjadi 14%.” ucapnya
Selanjutnya Wakil Bupati Nias, Arota Lase dalam arahan dan bimbingannya mengatakan masalah stunting hingga saat ini merupakan masalah nasional yang mendapat prioritas utama dimana hal ini terjadi akibat kurang gizi dalam waktu yang lama dimana terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak atau umur 2 tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan) sehingga menimbulkan gangguan pertumbuhan pada anak (pertumbuhan fisik dan otak) sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan berpikir.
“agar seluruh tenaga medis UPTD Puskesmas Ma’u, Kader Posyandu dan yang bekerja pada fungsi-fungsi pelayanan kesehatan agar berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam mensosialisasikan peningkatan kesadaran pemenuhan gizi terhadap anak, merubah pola asuh serta melakukan berbagai langkah yang dirasa perlu guna mewujudkan generasi baru yang sehat, cerdas dan berkualitas baik dari segi fisik maupun mental.”katanya
Saya mengharapkan kepada kita semua untuk mau dan mampu berperan sebagai agen perubahan sehinga memberi kontribusi nyata terhadap upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Nias, semoga komitmen dan upaya kita bersama untuk mewujudkan masyarakat nias yang sehat, mandiri, dan sejahtera mendapatkan ridho dari Tuhan yang Maha Kuasa.” tambah Wabup Nias sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan rembuk stunting
(Kom/herman)


















