Palembang, Dutametro.com – Seorang pria bernama Rian Saputran (26) di Palembang ditusuk kakak iparnya. Pelaku nekat menusuk korban gegara telah menghina adik perempuannya dengan mengatai sebagai Perempuan Seks Komersil (PSK). Pelaku sempat diteriaki maling saat berusaha lari usai kejadian. Pelaku berusaha lari ke arah Pos Polisi Simpang Charitas.
Syukron mengatakan, “Adik saya dikatai wanita penghibur atau PSK. Sudah saya nasehati tapi dia (adik ipar) malah nantang,” ujarnya di Polsek Ilir Barat I Palembang, Selasa (11/7/2023).
Adapun pelaku merupakan warga Lotong Garuda 2, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang. Dia menuturkan adik perempuannya baru 3 hari bekerja sebagai kasir di sebuah panti pijat di kawasan Jakabaring. Kemudian adiknya bercerita bahwa suaminya, Rian Saputra (26) sering menghina pekerjaannya.
Pelaku menyebut “Saya sebagai kakaknya tidak terima. Jadi subuh kemarin saya menemui bapaknya untuk minta tolong diajari. Kalau tidak bisa, saya yang ajari anaknya,” ujarnya.
Namun kenyataannya penghinaan tersebut masih terus diulangi. Malah menurut penuturan pelaku, Rian menantangnya.
Pelaku menambahkan, “Dia nantang melalui adik saya. Kalau kakak kau hebat gari (temui) aku di rumah. Sebagai laki-laki saya merasa tertantang,” lanjutnya.
Lalu ujar pelaku, siang harinya sang adik ipar mengirimkan pesan singkat ke adiknya yang mengatakan kepadanya untuk jangan sok hebat.
Karena merasa kesal terhadap Rian, pelaku pun langsung mendatanginya sekitar pukul 13.00 WIB di tempat Rian bekerja di kawasan Pasar Cinde. Di sana pelaku kemudian kakak ini menusuk adik iparnya dari belakang dengan pisau.
Pelaku menyebut, “Saya menusuk dia dari belakang menggunakan pisau yang sudah saya bawa, tapi itu sebenarnya bukan tujuan utama saya untuk menusuknya,” katanya.
Kemudian usai pelaku menusuk Rian, Rian melakukan perlawanan balik dengan memukulkan besi kepada kakak iparnya itu. Akhirnya pelaku pun kabur dan Rian meneriakinya maling.
Dituturkannya, “Saya diteriaki maling, jadi saya langsung ke Pos Polisi Simpang Charitas untuk berlindung. Sebelum sampai di pos polisi, saya juga sempat dilempar batu dan membuat kepala saya ini berdarah,” pungkasnya.(H.A)

















