Jumat, Maret 1, 2024

AICIS 24 Semarang Suarakan Perdamaian Dunia

Must read

SEMARANG ,dutametro.com.— Banyak yang cinta damai/Tapi perang makin ramai/Banyak yang cinta damai/Tapi perang makin ramai/Bingung bingung ku memikirnya.

Lagu Qasidah berjudul Perdamaian yang dilantungkan Nasida Ria menggema dalam
pembukaan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 di UIN
Walisongo Semarang, Kamis (1/2).

Lagu ini mengandung pesan yang sangat padat tentang perdamaian dunia. Lagu yang
diciptakan tahun 1982 ini, kembali sering dinyanyikan publik karena pesannya masih juga sesuai dengan keadaan dunia. Mulai dari perang Palestina – Israel, Ukraina – Rusia, bahkan
yang terdekat di nusantara di Laut Cina Selatan.

AICIS 2024 mengangkat tema “Redefining The Roles of Religion in Addressing Human
Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues” atau “Mendefinisikan Ulang
Peran Agama dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan: Menghadapi Isu Perdamaian, Keadilan,
dan Hak Asasi Manusia”.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag M Ali Ramdhani dalam sambutan pada
pembukaan menyampaikan bahwa tema AICIS 2024 tersebut lahir dari sebuah refleksi dan pemikiran tentang interaksi antara kajian agama (Islam) dengan berbagai tantangan kemanusiaan saat ini.

“Ketegangan sosial politik internasional, seperti perang antara Rusia-Ukraina, konflik Israel dan Palestina, serta berbagai ketegangan dan konflik di berbagai belahan bumi lainnya, secara
konstan melahirkan berbagai tanggapan dengan sentimen keagamaan yang kuat,” uja Ali Ramdhani, di hadapan peserta AICIS kali ini.Acara yang digelar hingga 4 Februari 2024 ini, menghadirkan makalah dan hasil penelitian dari akademisi dan peneliti dengan tema:

Agama, Nasionalisme, dan Kewarganegaraan di Asia Tenggara; Dampak Isu dan Ketegangan Keagamaan Internasional terhadap
Nasionalisme, Kewarganegaraan, dan Hak Asasi Manusia; Krisis Kesetaraan, Keadilan, dan Kemanusiaan; Ketegangan Agama dan Kemanusiaan Global; Isu Gender, Spiritualitas, dan
Minoritas; Fiqh Siyasah tentang Perang dan Damai: Era Pasca Kolonial; dan Kebijakan
berbasis Maslahah Mursalah, Kesetaraan, dan Pemberdayaan.

AICIS 2024 memiliki lima kegiatan utama, yaitu: Plenary Session, Parallel Session, On Stage Discussion, 1st Southeast Asia Religious Leaders Summit, dan Declaration of Semarang Charter.

Selain itu, ada pula agenda lain, seperti Islamic Culture and Civilization Expo, Islamic Higher Education Expo and Journal Clinique, Semarang Cultural Trip, Semarang Halal Food Festival, dan Penanaman Pohon Perdamaian.

Sejumlah pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai negara di dunia yang diundang, di antaranya; Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU); Prof. Dr. Ismail
Fajri Alatas (New York University); Prof. Rahimin Afandi bin Abdul Rahim (Universitas
Malaya); Prof. Dr. Claudia Saise (Humboldt University Berlin); Prof. Dr. Dora Marinova
(Curtin University);

Fazlur Rahman bin Kamsani (Middle East Institute National University
of Singapore); Dr. Ibrahim Al Ansari (Qatar University); Prof. Dr. Kamaruzaman (Presiden AMAN), dan Dr. Mujahid Yusof Rawa (Menteri Agama Malaysia 2018-2020).

Meramaikan kegiatan ini, juga digelar International Islamic Higher Education Expo dan Semarang Halal Festival dan Ekspo Kampus PTKIN yang menampilkan beragam hasil karya akademik terbaiknya. Termasuk UIN Imam Bonjol Padang.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd mengungkapkan,
AICIS merupakan pertemuan penting bagi cendekiawan muslim untuk membicarakan dunia
dari berberbagai perspektif keilmuan.
“Hasil-hasil riset diperbincangkan, disuarakan, agar memberi kontribusi terhadap kehidupan
ummat,” ujarnya usai mengikuti secara khidmat acara pembukaan

More articles

IklanIklanIklan HuT RI

Latest article