PADANG ARO,dutametro.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menggandeng lima perusahaan perkebunan sawit untuk meningkatkan layanan kesehatan di RSUD Batang Sangir.
Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan, rencana pembangunan berupa delapan ruang rawat inap baru dengan total 30 tempat tidur. Nilai proposal yang diajukan mencapai Rp 7,34 miliar.
“Nilai proposal yang kami ajukan sebesar Rp 7,34 miliar. Alhamdulillah sudah mendapatkan komitmen dari perusahaan-perusahaan tersebut untuk pembangunan dalam bentuk dana hibah,” kata Khairunas usai pertemuan dan kunjungan ke RSUD Batang Sangir, Selasa (3/11/2026).
Lima perusahaan tersebut yakni PT Kencana Sawit Indonesia (KSI) Wilmar Group, PT Tidar Kerinci Agung (TKA) Asian Agri, PTPN IV Regional IV, PT Binapratama Sakatojaya (BPSJ), dan PT Sumatera Jaya Agro Lestari (SJAL) Incasi Raya Group.
Pemkab Solsel telah mencapai kesepakatan dengan seluruh perusahaan. Dalam 10 hari ke depan akan dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
Dana hibah tersebut akan disetorkan ke kas daerah dan masuk APBD Solsel Tahun Anggaran 2027. Pembangunan akan dilaksanakan tahun depan.
Rinciannya, tujuh ruang rawat inap dengan masing-masing empat tempat tidur dan satu ruang isolasi dengan dua tempat tidur.
“Jadi kalau pembangunan ini berjalan lancar, insyaallah RSUD Batang Sangir akan mendapatkan delapan ruang rawat baru dengan 30 tempat tidur,” terang Khairunas.
Saat ini RSUD Batang Sangir memiliki sekitar 50 tempat tidur. Selain itu tengah dibangun ruang rawat inap untuk 12 tempat tidur tambahan dari APBD Rp 3,99 miliar dan ruang medical check up Rp 2,68 miliar.











