KOTAMOBAGU, DutaMetro.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu mulai melelang 14 paket proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan dengan total anggaran Rp13,675 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026.
Sejumlah proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada awal hingga pertengahan November 2026, dengan target penyelesaian pada akhir tahun.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah penataan jalan di kawasan Jalan Panjaitan–Datoe Binangkang, Kelurahan Kotamobagu, yang dikenal sebagai kawasan Pasar Kuliner. Proyek ini memiliki nilai anggaran Rp2 miliar dan dinilai strategis karena berada di pusat aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kotamobagu melalui Kepala Bidang Bina Marga, Haris Momintan, menjelaskan bahwa anggaran tersebut bersumber dari APBD-P 2026 dan diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pada sejumlah titik prioritas pelayanan publik.
Berdasarkan perencanaan teknis, proyek di kawasan Pasar Kuliner mencakup penanganan ruas jalan sepanjang 85 meter dengan lebar 12 meter. Jalan tersebut juga direncanakan dilengkapi median selebar satu meter di bagian tengah.
Menurut Haris, median jalan tidak hanya berfungsi memperindah kawasan perkotaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penanaman pohon peneduh atau elemen penataan kota lainnya.
Selain itu, keberadaan median diharapkan membantu mengatur arus lalu lintas dua arah agar lebih tertib serta mengurangi potensi kemacetan di kawasan tersebut.
PUPR menetapkan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 45 hari kalender. Dengan lokasi proyek berada di kawasan yang cukup padat aktivitas, pelaksanaan pekerjaan diharapkan berjalan sesuai jadwal tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
14 Paket Proyek Menyasar Sejumlah Ruas Jalan
Berdasarkan dokumen permintaan pemilihan penyedia melalui metode e-purchasing dengan mini kompetisi, terdapat 10 paket pekerjaan yang mencakup pemeliharaan berkala, rekonstruksi, hingga penanganan fasilitas pendukung jalan.
Selain proyek Pasar Kuliner, paket dengan nilai terbesar adalah pemeliharaan berkala Jalan Merdeka, Jalan B. Adati, dan Jalan Perumnas Mogolaing dengan anggaran Rp2,6 miliar.
Selanjutnya, rekonstruksi Jalan T.G. Manoppo di Kelurahan Motoboi Besar hingga Desa Poyowa Besar Satu senilai Rp1,9 miliar, serta rekonstruksi Jalan Jati di Desa Moyang Tampoan dengan anggaran Rp1,55 miliar.
Paket lainnya meliputi pemeliharaan Jalan Katulidan senilai Rp1,25 miliar, Jalan AP Mokoginta Rp1,35 miliar, Jalan Mimosa Rp900 juta, Pelataran Terminal Serasi Rp650 juta, rekonstruksi Jalan Dakut Rp400 juta, serta pemeliharaan rutin jalan yang tersebar di wilayah Kota Kotamobagu senilai Rp400 juta.
Sementara itu, empat paket tambahan mencakup pembangunan Jalan Motoboi Besar atau Jalan Perkebunan Tahap III senilai Rp150 juta, pemeliharaan Jalan SD Advent di Kotobangon Rp125 juta, pemeliharaan Jalan Lapas Rp200 juta, serta pemeliharaan Jalan Itapa I dan II di Desa Kopandakan Satu Rp200 juta.
Keempat paket tersebut direncanakan memiliki masa pelaksanaan 45 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 180 hari.
Pemerataan Infrastruktur Jadi Perhatian
Sebaran proyek tersebut mencakup sejumlah desa dan kelurahan di Kotamobagu, termasuk Mogolaing, Gogagoman, Motoboi Besar, Kotobangon, Bilalang, Bungko, dan Kopandakan.
Pemerintah Kota Kotamobagu diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, sehingga anggaran yang dialokasikan benar-benar menghasilkan infrastruktur jalan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan dimulainya proses lelang 14 paket tersebut, percepatan pembangunan infrastruktur pada penghujung 2026 menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus dikawal, mulai dari proses pemilihan penyedia hingga penyelesaian fisik di lapangan.***










