TALIABU, dutametro.com – Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, meninjau pelaksanaan Program Revitalisasi Sekolah yang didukung Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur digitalisasi pembelajaran di sejumlah sekolah penerima manfaat, Jumat (16/10/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu untuk memastikan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan berjalan sesuai kebutuhan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.
Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Wakil Bupati La Ode Yasir, Sekretaris Daerah Dr. Yosar Kardiat, Kepala Dinas Pendidikan Damruddin, M.Pd., Kepala Badan Kesbangpol Amrul D., Kepala Dinas Kominfo Haruna Masuku, serta Kepala Satpol PP dan Damkar Abdul Jalil.
Dari total 38 sekolah penerima manfaat program revitalisasi di Kabupaten Pulau Taliabu, rombongan meninjau empat sekolah sebagai sampel awal, yakni TK Mandiri Bobong dan TK PKK Negeri Bobong di Desa Bobong, PAUD Cahaya Negeriku di Desa Kilong, serta SMPN 3 Satu Atap Taliabu Barat di Desa Limbo.
Sejumlah fasilitas menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, pembangunan laboratorium IPA, hingga perbaikan ruang administrasi dan ruang guru. Penataan lingkungan sekolah serta fasilitas lapangan upacara juga turut diperiksa guna memastikan sarana pendidikan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Akses Menuju Sekolah Jadi Perhatian
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Bupati Sashabila adalah akses menuju SMPN 3 Satu Atap Taliabu Barat di Desa Limbo. Ia meminta pihak sekolah segera membuka akses jalan baru agar mobilitas siswa dan tenaga pengajar lebih mudah dan aman.
“Saya menginstruksikan agar pihak sekolah mengerjakan pembukaan akses jalan baru menuju SMPN 3 Satu Atap Taliabu Barat agar makin mudah dijangkau para siswa dan tenaga pengajar, karena tangga yang lama terlalu terjal,” ujar Sashabila.
Arahan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah. Kemudahan akses, keselamatan, serta kelayakan fasilitas pendukung juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar tanpa terkendala kondisi infrastruktur.
Selain pembenahan fisik, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kesiapan infrastruktur digitalisasi pembelajaran. Pemenuhan sarana pendukung teknologi diharapkan dapat memperluas akses terhadap metode pembelajaran yang lebih modern dan membantu meningkatkan kualitas proses pendidikan di Pulau Taliabu.
Atas pelaksanaan program revitalisasi yang menyasar 38 sekolah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas dukungan terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di daerah itu.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Pulau Taliabu, kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas dukungan program revitalisasi bagi 38 sekolah di daerah kami. Bantuan ini sangat menyentuh kebutuhan mendasar anak-anak kita,” tuturnya.
Menurut Sashabila, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan, terutama di wilayah kepulauan yang masih menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur.
Ia berharap dukungan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan yang masih membutuhkan ruang belajar, fasilitas pendukung, serta sarana dan prasarana yang memadai.
“Kami berharap dukungan dan program bantuan ini dapat terus berlanjut serta menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan di Pulau Taliabu yang masih mengalami kekurangan ruang belajar maupun sarana dan prasarana penunjang lainnya, guna mendukung kelancaran proses belajar mengajar secara optimal,” tandasnya.
Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu diharapkan dapat terus mengawal pelaksanaan program tersebut, sehingga bantuan revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi siswa, guru, dan masyarakat dalam jangka panjang.
(Jk)










