Iklan
Iklan

DITUDING TERKAIT NARKOBA, RAHMAN SALEHE TANTANG TES URINE: “SAYA ORANG PERTAMA!”

BOLTIM, DutaMetro.com — Anggota DPRD Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahman Salehe, angkat bicara menyikapi pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penggunaan narkoba.

Rahman dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan keberatan karena namanya disebut-sebut dalam isu narkoba yang menurutnya tidak hanya menyerang dirinya secara pribadi, tetapi juga telah berdampak langsung terhadap keluarganya.

“Yang membuat saya risih, pemberitaan itu bukan hanya menyangkut saya. Sudah menyangkut istri, orang tua, anak, dan keluarga saya,” kata Rahman kepada wartawan di ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Boltim, Senin (21/9/2026).

Alih-alih meladeni polemik melalui perang pernyataan di media, Rahman justru mengambil langkah terbuka. Ia meminta DPRD Boltim melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tes urine terhadap seluruh anggota DPRD Boltim, termasuk dirinya.

Bahkan, Rahman menegaskan dirinya siap berada di barisan paling depan untuk menjalani pemeriksaan tersebut.
“Saya orang pertama untuk melakukan tes,” tegasnya.

Menurut Rahman, pemeriksaan melalui lembaga yang memiliki kewenangan merupakan cara yang lebih objektif untuk menjawab tuduhan yang telah beredar. Ia menegaskan tidak pernah menggunakan barang terlarang sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.

Rahman juga memilih tidak memperpanjang polemik dengan memberikan bantahan panjang lebar. Baginya, tuduhan serius semestinya dijawab dengan pembuktian melalui mekanisme resmi, bukan sekadar informasi anonim atau pemberitaan yang belum dibuktikan melalui pemeriksaan berwenang.

“Saya tidak mau panjang lebar memberikan keterangan soal tuduhan ini,” ujarnya.
Sebelumnya, nama Rahman Salehe kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pemberitaan memuat berbagai tudingan mengenai aktivitas dan kehadirannya sebagai anggota DPRD, termasuk informasi anonim yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penggunaan narkoba.

Rahman tidak memilih membalas seluruh tudingan tersebut satu per satu. Ia justru mengarahkan persoalan itu pada satu hal yang menurutnya paling penting: pembuktian.
Ia menilai, jika memang muncul dugaan terkait narkoba, maka pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang merupakan langkah yang dapat memberikan kejelasan secara objektif sekaligus menghindari berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.

Rahman juga menegaskan bahwa dirinya siap diperiksa bersama anggota DPRD lainnya. Dengan demikian, menurutnya, persoalan tersebut tidak perlu berhenti pada tudingan atau bantahan semata.

“Kalau mau membuktikan, mari kita lakukan pemeriksaan. Saya siap dan saya orang pertama yang dites,” tegas Rahman.
Sikap tersebut sekaligus menjadi penegasan Rahman bahwa ia memilih menghadapi isu tersebut secara terbuka dan menyerahkan pembuktian kepada mekanisme pemeriksaan resmi.

Bagi Rahman, persoalan ini bukan sekadar menyangkut nama baik seorang anggota DPRD, tetapi juga menyentuh martabat keluarga yang ikut terdampak oleh pemberitaan dan tudingan yang beredar.
Kini, ruang pembuktian berada pada mekanisme resmi. Rahman menyatakan dirinya siap menjalani pemeriksaan dan meminta agar persoalan dugaan narkoba tersebut tidak berhenti sebagai isu, melainkan diuji melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.***(Bams)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News