Iklan
Iklan

Truk Bermuatan Pupuk Subsidi Terguling di Batang Merangin, Dugaan Penyelewengan Mengemuka

KERINCI, dutametro.com – Dugaan praktik mafia pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali mencuat ke permukaan. Setelah selama ini dikeluhkan petani akibat kelangkaan pupuk dan harga yang melambung tinggi, kini dugaan penyaluran pupuk subsidi secara ilegal mulai terkuak usai sebuah truk bermuatan pupuk subsidi mengalami kecelakaan di wilayah Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Kamis (21/05/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Bedeng V menuju Bedeng VI, Kecamatan Batang Merangin. Sebuah truk yang diduga mengangkut pupuk subsidi jenis NPK Phonska dilaporkan terguling di badan Jalan Nasional sekitar pukul 07.20 WIB.

Akibat kejadian itu, ratusan karung pupuk subsidi berserakan di jalan hingga menutupi sebagian akses kendaraan. Truk tersebut dikabarkan tengah menuju arah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Sumber di lokasi menyebutkan, setelah kejadian sopir truk terlihat berupaya menghindari perhatian warga sekitar.

“Truk terguling dan pupuk NPK Phonska berserakan di jalan. Sopir bahkan sempat melepaskan nomor polisi kendaraan dan meminta warga agar tidak mengambil foto maupun video kejadian,” ujar sumber kepada media ini, Kamis (21/05/2026).

Kejadian tersebut memicu sorotan masyarakat terkait dugaan penyelewengan pupuk subsidi yang selama ini dikeluhkan para petani di Kerinci dan Sungai Penuh. Pasalnya, pupuk subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani lokal justru diduga disalurkan ke luar daerah.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Batang Merangin masih dalam upaya konfirmasi. Namun, dikutip dari media wartapos.co, Kapolsek Batang Merangin, Iptu Muslikan, membenarkan adanya insiden truk terguling tersebut.

Ia mengatakan pihak kepolisian tidak sempat mengamankan kendaraan karena truk sudah lebih dulu meninggalkan lokasi saat petugas tiba.

“Sudah jalan lagi sejam setelah kejadian. Kita belum tiba di lokasi mereka sudah jalan lagi. Cepat gerakannya,” ujar Iptu Muslikan melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (21/05/2026).

Masyarakat kini meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Kerinci, untuk serius dan konsisten mengusut dugaan penggelapan maupun penyaluran ilegal pupuk subsidi yang dinilai telah merugikan para petani.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat pupuk subsidi merupakan kebutuhan vital bagi petani dan penyalurannya telah diatur ketat oleh pemerintah. (Jn)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News