Taliabu | dutametro.com – Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, turun langsung menyelesaikan sengketa lahan yang sempat menghambat pembangunan jaringan listrik di Desa Nggoli dan Desa Bahu, Kecamatan Taliabu Selatan, Jumat (13/3/2026).
Langkah persuasif tersebut dilakukan guna memastikan proyek jaringan listrik PLN dapat segera dilanjutkan dan ditargetkan mulai beroperasi sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sebelumnya, pembangunan sempat terhenti karena adanya penolakan warga terhadap penebangan sejumlah pohon milik masyarakat yang berada di jalur jaringan listrik.
Dalam pertemuan dengan warga, Bupati Sashabila memilih pendekatan dialogis dengan menjelaskan manfaat jangka panjang kehadiran listrik bagi masyarakat desa.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa hadir langsung di sini dan memastikan wilayah Taliabu Selatan segera terang benderang,” ujar Sashabila di hadapan warga.
Menurutnya, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi menjadi kebutuhan mendasar yang berdampak langsung pada berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga aktivitas ekonomi.
“Listrik bukan hanya lampu. Dengan listrik, anak-anak bisa belajar lebih baik di malam hari dan pelayanan administrasi desa hingga ke kabupaten juga bisa berjalan lebih lancar,” jelasnya.
Bupati Sashabila juga mengungkapkan bahwa sejak pertama kali dilantik, salah satu komitmen utamanya adalah mewujudkan program “Taliabu Terang”, yakni memastikan seluruh wilayah Pulau Taliabu mendapatkan akses listrik yang memadai.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga secara terbuka menjelaskan kondisi fiskal daerah kepada masyarakat. Ia menyebutkan bahwa dari total APBD Kabupaten Pulau Taliabu sebesar Rp511 miliar, sekitar 53 persen dialokasikan untuk belanja pegawai, jauh di atas batas ideal 30 persen yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat ruang anggaran untuk pembangunan infrastruktur fisik menjadi sangat terbatas.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pembangunan di wilayah selatan Pulau Taliabu.
“Setelah wilayah utara berhasil menyala hampir 100 persen, kini saatnya masyarakat di wilayah selatan merasakan manfaat listrik yang sama,” tegasnya.
Upaya pendekatan yang dilakukan Bupati akhirnya membuahkan hasil. Warga Desa Nggoli dan Desa Bahu sepakat memberikan izin untuk pembersihan jalur jaringan listrik, termasuk merelakan sejumlah tanaman produktif mereka ditebang demi mendukung percepatan pembangunan.
“Kami bersyukur Bupati mau turun langsung dan memberikan penjelasan kepada kami,” ujar salah satu warga.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Bupati Sashabila didampingi oleh Asisten I Setda M. Syukur Boeroe, Kepala Dinas Perkimtan Arwin Tamimi, serta Kepala Dinas Kominfo Darmanto.
Setelah kesepakatan tercapai, proses pembersihan jalur jaringan listrik langsung dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator di sepanjang jalur Desa Nggoli hingga Desa Bahu.
Pemerintah daerah optimistis, dengan selesainya pembersihan jalur tersebut, target pengoperasian listrik sebelum Lebaran dapat segera terwujud sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan fasilitas listrik yang memadai.
(Jak)











