KERINCI, dutametro.com – Di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kerinci, pemilik salah satu yayasan pengelola, Danil, mengungkapkan dirinya memiliki jaringan dan pengalaman di berbagai organisasi, mulai dari media, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga organisasi advokat.
Pernyataan tersebut disampaikan Danil saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait berbagai polemik yang belakangan mencuat dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kerinci.
Dalam keterangannya, Danil menegaskan bahwa dirinya bukan sosok asing di dunia jurnalistik. Ia mengaku telah lama aktif di media dan memahami secara detail mekanisme kerja pers serta pemberitaan.
“Kito jugo aktif di media bg, duo media, satu LSM. Saat ini kito masih aktif dan jugo aktif di advokat Jambi dan beberapo forum. Apo pun gawe dan tujuan media kito sangat paham,” ujar Danil.
Tak hanya mengaku aktif sebagai wartawan, Danil juga menyebut dirinya pernah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebanyak dua kali. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal dalam memahami proses jurnalistik dan dinamika pemberitaan.
“Aktif di wartawan, dua kali ikut UKW, namun ado tergabung di LSM Generasi Anti Narkoba Indonesia,” tambahnya.
Pernyataan Danil muncul di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap tata kelola Dapur SPPG MBG di Kabupaten Kerinci. Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat itu belakangan menjadi perbincangan setelah muncul berbagai dugaan, mulai dari monopoli pengelolaan yayasan hingga isu adanya kewajiban bagi pekerja dapur untuk bergabung dengan koperasi tertentu.
Sejumlah pihak menilai berbagai persoalan yang mencuat perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Transparansi pengelolaan program yang menggunakan anggaran negara dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga kepercayaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Minggu (14/6/2026), berbagai pertanyaan terkait mekanisme pengelolaan Dapur SPPG MBG di Kabupaten Kerinci masih menjadi perhatian publik. Masyarakat pun menunggu penjelasan resmi dan komprehensif dari seluruh pihak yang terlibat guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan keterbukaan. (Tim)






















