Iklan
Iklan

Dekranasda Pulau Taliabu Siap Perkuat Pembinaan Perajin Usai HUT ke-46 Dekranas

Taliabu | dutametro.com – Dalam upaya menyelaraskan program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pulau Taliabu menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Trans Studio Mall Makassar pada 9–10 Juli 2026.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, secara resmi membuka forum nasional dan mengajak seluruh jajaran Dekranasda untuk mengubah paradigma kerja kelembagaan. Menurutnya, pengurus Dekranasda di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota tidak lagi cukup berperan sebagai penyelenggara kegiatan seremonial tahunan.

Sebaliknya, pengurus daerah harus bertransformasi menjadi fasilitator aktif yang memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para perajin.

“Dekranasda wajib memberikan solusi konkret terhadap berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama terkait kemudahan akses permodalan, fasilitasi perizinan ekspor, hingga akselerasi adopsi ekosistem digital,” ujar Selvi Gibran Rakabuming yang juga merupakan istri Wakil Presiden RI.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan mutu produk berbasis bahan baku lokal, seperti serat alam, kayu, dan keramik, dengan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan agar mampu bersaing di pasar global.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Pulau Taliabu, Ny. Surati La Ode Yasir, menyatakan kesiapan pihaknya untuk segera mengakselerasi berbagai program pembinaan di daerah.

Menurutnya, wilayah kepulauan seperti Pulau Taliabu memiliki kekayaan bahan baku alami yang khas. Namun, para perajin masih membutuhkan pendampingan yang intensif agar produk mereka mampu memenuhi standar pasar yang lebih luas.

“Pulau Taliabu memiliki potensi bahan baku lokal yang luar biasa dan khas. Tugas utama kami sekarang adalah meningkatkan kualitas produk-produk tersebut sekaligus menghadirkan narasi budaya yang kuat agar kerajinan daerah memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional,” kata Surati.

Ia menjelaskan, Dekranasda Pulau Taliabu akan melakukan pembenahan terhadap pola pembinaan yang selama ini berjalan. Model pelatihan yang bersifat insidental akan diubah menjadi program pendampingan terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari standardisasi proses produksi, peningkatan kualitas produk, hingga manajemen pemasaran.

Untuk mendukung target tersebut, Dekranasda Pulau Taliabu akan memperkuat sinergi lintas sektor bersama Dinas Komunikasi dan Informatika serta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan infrastruktur pembinaan digital yang terintegrasi. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan teknologi menjadi instrumen strategis bagi pelaku usaha di daerah kepulauan untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa terkendala jarak geografis.

“Kami ingin kehadiran Dekranasda benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para perajin. Kami akan turun langsung mendampingi mereka, mempermudah urusan administrasi usaha, sekaligus membuka akses seluas-luasnya ke berbagai platform pasar digital. Dengan pembinaan yang konsisten dan pemanfaatan teknologi, kami optimistis kerajinan khas Pulau Taliabu mampu berbicara lebih banyak di tingkat nasional,” pungkas Surati.

(Jk)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News