BOLMONG,DutaMetro.com – Penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Oboy, Desa Pusian, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow, oleh tim gabungan TNI dan aparat penegak hukum (Gakkum) pada Senin (20/7/2026), memunculkan sejumlah pengakuan warga yang menyebut nama Iswan Abdullah dan Karina De Vega.
Dalam operasi tersebut, aparat menghentikan aktivitas pertambangan ilegal yang diduga telah berlangsung cukup lama. Sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku tambang tersebut dikelola oleh warga negara asing (WNA) asal China dan menyebut Karina De Vega serta Iswan Abdullah sebagai pihak yang diduga mengendalikan aktivitas di lokasi.
Salah seorang warga yang mengaku bertugas menjaga pos masuk area tambang mengatakan dirinya menerima upah dari seseorang yang disebut sebagai Karina De Vega.
“Kami bekerja menjaga keamanan tambang ini dan digaji oleh Ibu Karina,” ujar warga tersebut.
Keterangan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku melihat Iswan Abdullah berada di lokasi tambang sekitar dua hari sebelum operasi penertiban berlangsung. Menurut mereka, Iswan datang bersama sejumlah WNA asal China dan diduga membawa beberapa karung karbon menggunakan mobil Grand Max menuju Kota Kotamobagu.
“Kami melihat Iswan berada di tambang bersama WNA China dan membawa beberapa karung karbon yang dimuat ke mobil Grand Max menuju Kotamobagu,” kata seorang warga.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, Iswan Abdullah diduga berperan dalam operasional tambang tersebut. Warga juga mengaku beberapa kali melihat Iswan berada di sebuah rumah kontrakan di Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, bersama sejumlah penjaga tambang dan WNA yang diduga bekerja di lokasi PETI Oboy. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan warga dan belum mendapat konfirmasi dari pihak terkait.
Dalam operasi gabungan itu, aparat dilaporkan mengamankan lima WNA asal China. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit ekskavator, puluhan karung karbon yang diduga mengandung emas, puluhan karung sianida merek Jin Chan, serta berbagai peralatan yang diduga digunakan dalam aktivitas pertambangan ilegal.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi aktor di balik aktivitas PETI. Warga juga meminta aparat menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat, termasuk apabila terdapat pihak yang memanfaatkan nama pejabat atau menggunakan investor asing untuk menjalankan aktivitas pertambangan tanpa izin.
Hingga berita ini diterbitkan, Karina De Vega, Iswan Abdullah, maupun pihak TNI dan Gakkum belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi terkait penyebutan nama mereka dalam keterangan warga. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi apabila yang bersangkutan memberikan penjelasan resmi***(Bams)

























