TALIABU – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu mulai melakukan pembenahan menyeluruh terhadap strategi percepatan penurunan stunting. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkab menggelar Forum Aksi #1 Analisis Situasi Penurunan Stunting sebagai langkah awal memetakan kembali kondisi riil di lapangan sekaligus menyusun strategi intervensi yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Lama, Kota Bobong, Selasa (4/8/2026), dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pulau Taliabu La Ode Yasir, Asisten I Setda, Kepala Bapperida, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, hingga kepala puskesmas se-Kabupaten Pulau Taliabu.
Dalam arahannya, Wakil Bupati La Ode Yasir menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar memenuhi target administratif, tetapi merupakan tolok ukur keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Ia juga mengungkapkan rasa kecewanya atas menurunnya capaian Kabupaten Pulau Taliabu dalam penilaian kinerja nasional. Padahal, pada akhir 2025 daerah tersebut sempat masuk dalam daftar 197 kabupaten/kota berkinerja terbaik di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri. Namun, pada evaluasi terbaru, Taliabu gagal mempertahankan prestasi tersebut sehingga kehilangan peluang memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat.
“Perasaannya sangat malu sekali. Kita berharap bisa mempertahankan prestasi, tetapi ternyata dari empat kategori penilaian tidak satu pun kita masuk. Sementara kabupaten lain di Maluku Utara rata-rata berhasil,” ujar La Ode Yasir.
Menurutnya, kegagalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus pemicu semangat bagi seluruh perangkat daerah agar bekerja lebih maksimal dan tidak lagi menjalankan program secara rutin tanpa evaluasi.
Wabup meminta seluruh pimpinan OPD meningkatkan koordinasi lintas sektor, memperkuat komunikasi, serta tidak ragu berkonsultasi apabila menemui kendala dalam pelaksanaan program penurunan stunting.
“Jangan bekerja sendiri-sendiri. Kalau ada hambatan segera koordinasikan. Yang kita kejar bukan sekadar laporan, tetapi hasil nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Pulau Taliabu, Kamirudin, menjelaskan bahwa Forum Aksi #1 Analisis Situasi merupakan tahapan awal dalam delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting yang bertujuan menghasilkan pemetaan kondisi lapangan secara akurat.
Menurutnya, validitas data menjadi kunci utama agar seluruh intervensi pemerintah benar-benar menyasar keluarga yang membutuhkan dan menghasilkan kebijakan pembangunan yang efektif.
“Forum ini menjadi ruang menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan data yang akurat, program yang disusun akan lebih tepat sasaran,” jelas Kamirudin.
Ia menambahkan, percepatan penurunan stunting membutuhkan intervensi yang terintegrasi dan melibatkan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya. Karena itu, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui tiga aksi utama, yakni Aksi 1 Analisis Situasi Penurunan Stunting, Aksi 2 Penyusunan Rencana Kegiatan, dan Aksi 3 Rembuk Stunting.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu optimistis sinergi lintas sektor akan semakin kuat, kualitas data semakin baik, dan strategi penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif. Pemkab juga menargetkan mampu mengembalikan prestasi daerah sebagai salah satu kabupaten dengan kinerja terbaik dalam penanganan stunting di tingkat nasional sekaligus membuka kembali peluang memperoleh insentif dari pemerintah pusat.
(Jk)


























