Cibubur,dutametro.com – Selain mengikuti berbagai kegiatan ke Pramukaan diajang Jambore Nasional (Jamnas) XII, kontingen Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 11 Kota Sawahlunto juga membawa misi untuk lebih mengenalkan Sawahlunto sebagai kota warisan dunia UNESCO kepada seluruh kontingen Pramuka se Indonesia. Salah satu upaya menarik dan juga ajang promosi kota, di area perkemahan dibangun gapura ikonik yang menggambarkan identitas kota warisan dunia.
Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sawahlunto dilepas resmi oleh Wali Kota Riyanda Putra pada Senin (10/08/2026) tiba di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2026) akan berkegiatan dalam Jamnan Pramuka XII yang berlangsung mulai 13 – 21 Agustus 2026.
Kontingen Sawahlunto yang terdiri dari 16 peserta putra dan 16 peserta putri, didampingi 4 pembina, 1 pimpinan kontingen, dan 11 tim pendukung bergotong royong menyiapkan area perkemahan.
“Jambore Nasional 2026 merupakan kegiatan kepramukaan terbesar di Indonesia yang digelar setiap lima tahun sekali dan diikuti puluhan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara tetangga. Ini kita manfaatkan untuk lebih mengenalkan kota Sawahlunto kota warisan dunia UNESCO,” ujar Ketua Kwarcab Pramuka Sawahlunto Jeffry Hibatullah.
Ka Kwarcab yang juga Wakil Wali Kota Sawahlunto itu juga menjelaskan, bahwa gapura ikonik kontingen Sawahlunto, mencerminkan bangunan bersejarah atau situs heritage yang telah terdaftar dalam Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) seperti bangunan kantor Ombilin yang sekarang menjadi SAKA hotel, Museum lubang tambang Mbah Soero, lokomotif kereta api Mak Itam dan bangunan “Gluck Auf” atau yang kini dikenal sebagai gedung pusat kebudayaan.
Momentum Jamnas XII kata Jeffry, kontingen Sawahlunto optimis bisa menjadi duta kota dengan lebih mengenalkan identitas kebudayaan, kesenian dan juga situs serta bangunan bersejarah heritage, sekaligus merajut tali persaudaraan dengan Kontingen se- Nusantara.(riky)


























