Iklan
Iklan

Kuda Kepang dan Bakaru Nagari Kajai Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Sudah Enam Koleksi WBTbI Sawahlunto

Sawahlunto,dutametro.com – Dua budaya asli Sawahlunto, Kuda Kepang dan Bakaru Kenagarian Kajai ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Sertifikat WBTbI 2025 itu diserahkan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi kepada Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah yang juga disaksikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kementerian Kebudayaan, Undri M.Si, Jumat (28/08/2026) lalu .

Wawako Jeffry Hibatullah menyebut penetapan WBTbI merupakan pengakuan resmi negara terhadap kekayaan budaya Sawahlunto sekaligus memperkuat dasar bagi pemerintah daerah untuk melindungi dan mengembangkan warisan budaya tersebut secara berkelanjutan.
“Status WBTbI, membuka peluang memperoleh berbagai fasilitasi pemerintah pusat, antara lain prioritas dalam pengajuan proposal kebudayaan, akses program fasilitasi kebudayaan, dokumentasi dan penelitian, promosi serta pengembangan jejaring, hingga peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya,” sebut Jeffry.

Pemko Sawahlunto kata Jeffry , siap memanfaatkan penetapan tersebut sebagai sumber daya untuk memperkuat ekosistem kebudayaan, termasuk dokumentasi, regenerasi pelaku budaya, promosi, dan pengembangan potensi ekonomi kreatif. WBTbI tidak berhenti sebagai status pengakuan, tetapi menjadi instrumen untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto Rahmad Gino Sea Games kepada dutametro.com menyebut, dua warisan budaya Sawahlunto yang ditetapkan sebagai WBTbI Tahun 2025 ini, koleksi WBTbI Sawahlunto menjadi enam WBTbI, setelah sebelumnya Bahasa Tangsi, Songket Silungkang, Talempong Batuang dan Lomang Tungkek yang telah lebih dahulu ditetapkan.
“Dengan sudah masuknya dalam WBTBI, memberikan pengakuan resmi dari negara untuk melindungi, melestarikan, dan memajukan identitas budaya lokal. Memberikan dasar hukum yang kuat agar tradisi, seni, atau adat istiadat tidak punah atau diklaim oleh pihak luar,” sebut Rahmad Gino.

Ditambahkan Kepala Bidang Kesenian, Sejarah, dan Nilai Budaya Disbud Sawahlunto Syukri, S.Sn untuk 2026 ini, ada empat khazanah budaya yang menyusul menjadi WBTb, yakni Tari Piriang Balenggek, Mangodou Rantih, Minyak Tanah Talawi dan Rabbana Silungkang.(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan

Related News