BUKITTINGGI,dutametro com. — Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias melantik Kepengurusan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Bukittinggi Masa Bakti 2026-2030. Sekaligus melaunching Perlindungan Sosial Digital atau PerlinsosDigital.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Jumat, 11 September 2026.
IPSM Jadi Jembatan Komunikasi Penanganan Masalah Sosial*
Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Roza Wahyuni menjelaskan pelantikan IPSM didasarkan pada hasil Musyawarah Daerah PSM Kota Bukittinggi yang dilaksanakan pada 29 Juli 2026.
“Kepengurusan sebelumnya telah berakhir sejak tahun 2024. Sehingga perlu dilakukan pemilihan dan pengukuhan kepengurusan baru berdasarkan Permensos Nomor 10 Tahun 2019,” jelas Roza.
Ia menyebut IPSM merupakan wadah berhimpunnya para pekerja sosial masyarakat. Fungsinya sebagai wadah koordinasi, jembatan komunikasi, serta penggerak sosial dalam menangani berbagai permasalahan sosial di tengah masyarakat.
Bukittinggi Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos*
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan launching PerlinsosDigital. Roza Wahyuni menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut surat Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Nomor B/1608/PD.02/2026 tanggal 4 Agustus 2026 perihal sosialisasi perluasan uji coba digitalisasi bansos ke 114 kabupaten/kota.
“Kota Bukittinggi menjadi salah satu daerah yang ditetapkan sebagai pilot project dalam pelaksanaan Perlindungan Sosial Digital,” ujarnya.
Wako: IPSM Posisinya Strategis, Data Harus Akurat*
Wali Kota Ramlan Nurmatias menyampaikan pengukuhan pengurus IPSM masa bakti 2026-2030 merupakan peneguhan komitmen dan tanggung jawab untuk terus hadir di tengah masyarakat. Terutama dalam memberikan perhatian, pendampingan, perlindungan dan pelayanan sosial.
“IPSM memiliki posisi strategis karena para pekerja sosial masyarakat berada dekat dengan masyarakat serta memahami persoalan sosial secara langsung,” kata Wako.
Menyinggung PerlinsosDigital, Wako menyebut ini merupakan langkah penting dalam transformasi pelayanan sosial agar lebih cepat, tepat sasaran, terintegrasi, transparan dan berbasis data.
“Data yang akurat menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan benar-benar terdata, teridentifikasi, serta mendapatkan intervensi yang sesuai,” tegas Ramlan.
Pemko Bukittinggi berharap dengan adanya IPSM yang baru dan sistem digitalisasi ini, pelayanan sosial di Kota Bukittinggi bisa semakin optimal dan tidak ada lagi warga yang terlewat dari bantuan. Jelas,” Wako.
(Zlk)*








