Tulang Bawang Barat — Buay Bulan Bersatu (B3) kembali menemui Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) untuk meminta kejelasan tindak lanjut kesepakatan dengan pihak PTPN, pada Kamis 17 September 2026.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya pada 20 Agustus 2026 yang melibatkan B3 dan pihak perusahaan PTPN 1 yang di fasilitasi oleh pemkab Tubaba.
Dalam pertemuan kali ini, Pemerintah Kabupaten Tubaba memastikan akan kembali memfasilitasi pertemuan antara B3 dan PTPN. Pertemuan lanjutan direncanakan berlangsung di Bandar Lampung pada pekan depan, sedangkan waktu dan lokasi masih dalam tahap koordinasi.
Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah yang diwakili Asisten I, Untung Budiono, mengatakan pemerintah daerah mengambil posisi sebagai mediator sekaligus fasilitator dalam proses komunikasi antara kedua pihak.
Menurut Untung, belum adanya tindak lanjut bukan berarti pihak perusahaan mengabaikan kesepakatan yang telah dibicarakan. PTPN, kata dia, masih membutuhkan waktu karena rencana yang dibahas berkaitan dengan program besar, termasuk rencana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkaitan dengan FKPPMS.
“Pihak perusahaan masih melakukan kajian-kajian, terutama menyangkut penganggaran,” ujar Untung seusai pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan, adanya perbedaan waktu antara harapan B3 dengan proses yang dilakukan perusahaan dapat menimbulkan kesan bahwa PTPN berjalan lamban. Namun, pemerintah daerah akan tetap menjalankan perannya untuk menjembatani komunikasi kedua pihak.
“Kami sebagai pemerintah daerah sekaligus mediator akan terus memfasilitasi kedua pihak,” katanya.
Sementara itu, Juru Bicara B3, Aswar, menegaskan bahwa pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan atas kesepakatan yang sebelumnya telah dibahas bersama PTPN.
Menurutnya, setelah pertemuan pada 20 Agustus 2026, B3 ingin mengetahui sejauh mana perkembangan dan tindak lanjut yang telah dilakukan pihak perusahaan.
Aswar mengatakan, B3 menerima penyampaian pemerintah daerah mengenai rencana pertemuan kembali dengan PTPN pada pekan depan. Namun, pihaknya akan terlebih dahulu melihat realisasi agenda tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.
“Kami lihat dulu langkah mereka. Kalau setelah Minggu depan agenda itu tidak terjadi, kami akan mengambil langkah terhadap lahan yang menjadi objek yang kami perkirakan,” kata Aswar.
Ia menegaskan, B3 masih memberikan ruang bagi proses mediasi yang dilakukan pemerintah daerah. Namun, kepastian tindak lanjut dari pihak perusahaan menjadi hal yang akan diperhatikan dalam menentukan sikap berikutnya.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Asisten I Tubaba Untung Budiono, Kepala Dinas Perkimta Barmawi beserta jajaran, Ketua Umum B3 Ideham, Juru Bicara B3 Aswar, serta ketua dari empat tiyuh yang tergabung dalam B3.
Selain itu, hadir anggota DPRD Arip Bandarsyah, kuasa hukum B3 Zulkarnaen dan Riko, serta perwakilan pihak kepolisian.









