Pulau Taliabu, dutametro.com – Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, bersama Ketua DPRD Pulau Taliabu, Muh. Nuh Hasi, meninjau Posko Penghubung Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Buambono, Kecamatan Taliabu Utara, Senin (12/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal, sekaligus menjamin ketersediaan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
Dalam kunjungan itu, Bupati tidak hanya memantau upaya pemadaman api dan penyaluran bantuan logistik, tetapi juga memastikan ketersediaan obat-obatan serta kesiapan sarana pelayanan kesehatan bagi warga dan personel gabungan yang bertugas di lapangan.
Bupati Sashabila menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan, tim pemadam, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah penyebaran api ke wilayah lain.
Ia juga mengimbau masyarakat Desa Buambono agar tetap waspada, menjaga kekompakan, serta menghidupkan semangat gotong royong selama masa tanggap darurat.
“Pemerintah desa, aparat, tim pemadam, dan masyarakat harus bergerak dalam satu barisan. Kolaborasi dan semangat gotong royong adalah kunci utama kita menghadapi musibah ini,” ujar Sashabila.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan Karhutla melalui koordinasi lintas sektor. Selain memastikan upaya pemadaman berlangsung efektif, perhatian juga diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan penanganan keluhan masyarakat yang terdampak.
“Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar serta aspirasi masyarakat terdampak di Desa Buambono akan terpenuhi secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Usai meninjau posko dan berdialog dengan warga, Bupati Sashabila turut mengecek kondisi fisik sejumlah rumah ibadah dan fasilitas publik. Dalam kesempatan tersebut, ia mendengarkan langsung masukan serta kebutuhan dari para pengurus rumah ibadah dan masyarakat sekitar sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan dampak Karhutla.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan penanganan darurat tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memperhatikan keselamatan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat selama situasi darurat berlangsung.
(JK)










