Taliabu, dutametro.com – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu mengapresiasi langkah cepat PT Adidaya Tangguh bersama tiga pemerintah desa dan masyarakat dalam memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Lede. Kolaborasi tersebut menargetkan pembangunan sekat bakar sepanjang 24 kilometer yang dituntaskan dalam lima hari, mulai 25 hingga 29 Oktober 2026.
Pembangunan sekat bakar ini menjadi langkah strategis untuk menghambat penyebaran api yang mengancam kawasan perkebunan warga, khususnya di wilayah Telaga Biru dan Air Lise. Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat.
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Adidaya Tangguh atas dukungan alat berat serta fasilitas operasional yang disiapkan untuk mempercepat pengerjaan sekat bakar.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam penanganan karhutla merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan, terutama ketika kebakaran mengancam kawasan perkebunan warga.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Adidaya Tangguh atas bantuan alat berat serta dukungan operasionalnya,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, pengerjaan sekat bakar sepanjang 24 kilometer harus dilakukan secara terkoordinasi agar target penyelesaian dalam lima hari dapat tercapai. Kecepatan pengerjaan menjadi faktor penting untuk memperkuat upaya pengendalian api sekaligus menekan risiko meluasnya dampak kebakaran.
“Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat, upaya pengendalian karhutla di Kecamatan Lede diharapkan berjalan terarah, efektif, serta mampu meminimalkan dampak kerusakan lingkungan,” harapnya.
Sementara itu, Deputy Head ER & CSR PT Adidaya Tangguh, Sutrisno, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung kebutuhan teknis dan operasional selama proses pengerjaan berlangsung.
Pria yang akrab disapa Pak Trisno tersebut menjelaskan, perusahaan telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, mulai dari alat berat, peralatan kerja, bahan bakar, hingga kebutuhan operasional lapangan. Seluruh dukungan itu diarahkan untuk memastikan pengerjaan sekat bakar berjalan sesuai rencana.
“Kami berkomitmen penuh membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengendalikan karhutla ini. Dukungan alat berat, peralatan kerja, bahan bakar, hingga operasional lapangan sudah kami siapkan agar pengerjaan jalur sekat bakar sepanjang 24 kilometer ini rampung sesuai target lima hari,” jelasnya.
Pengerjaan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, tiga pemerintah desa, hingga masyarakat setempat. Keterlibatan bersama ini diharapkan dapat mempercepat pekerjaan sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Lede.
Dalam koordinasi di lapangan, turut hadir Camat Lede Muthar Mith, S.Farm., M.Si.; Kepala Desa Balohang Ayudin Abusena, S.Sos.; Penjabat Kepala Desa Lede Swardinur, S.Kom.; Kepala Desa Langganu Basirun; serta Koordinator Posko Karhutla yang juga Kepala Dinas Pariwisata, Darlin Hamsale.
Hadir pula Sekretaris DPRD Lakaridu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Taher, jajaran pemerintah desa, serta tokoh masyarakat yang terlibat dalam koordinasi penanganan karhutla.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan sekat bakar, tetapi juga memperkuat langkah antisipasi agar kebakaran tidak semakin meluas dan mengancam perkebunan maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan target pengerjaan selama lima hari, efektivitas pelaksanaan di lapangan menjadi hal penting untuk memastikan sekat bakar sepanjang 24 kilometer dapat diselesaikan tepat waktu dan berfungsi optimal sebagai bagian dari upaya pengendalian karhutla di Kecamatan Lede.
(Jk)










