TALIABU, dutametro.com — Munculnya titik api baru di kawasan Talaga Biru, Desa Lede, yang berjarak sekitar dua kilometer dari Posko Lapangan Transisi Karhutla, memaksa tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulau Taliabu bergerak cepat hingga malam hari.
Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan pergerakan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan perkebunan masyarakat yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Puluhan personel gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan, serta masyarakat dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman di tengah kondisi lapangan yang menantang.
Kepala Satpol PP dan Damkar Pulau Taliabu, Abdul Jalil, S.E., mengatakan, pergerakan personel dimulai melalui apel gabungan pada pukul 17.00 WIT setelah menerima informasi mengenai kemunculan titik api baru di kawasan Talaga Biru, Desa Lede.
Menurutnya, lokasi kebakaran yang berdekatan dengan perkebunan warga membutuhkan penanganan cepat agar api tidak merembet dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Puluhan personel gabungan diterjunkan ke lokasi sejak sore. Setibanya di area sasaran, tim langsung melanjutkan upaya pemadaman hingga malam hari,” ujar Abdul Jalil setelah mendampingi Kepala Pelaksana BPBD memimpin apel gabungan di Posko Utama.
Ia menjelaskan, penanganan kebakaran dilakukan melalui koordinasi intensif antara tim Posko Utama Transisi Karhutla dan tim Posko Lapangan Desa Lede. Sinergi tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran.
Namun, upaya pemadaman tidak berlangsung mudah. Personel harus menempuh perjalanan lebih dari dua kilometer dari posko lapangan menuju titik api, dengan kondisi medan yang menantang dan waktu penanganan hingga malam hari.
Di tengah situasi tersebut, Abdul Jalil menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Seluruh anggota tim diminta menjalankan tugas dengan memperhitungkan kondisi lapangan dan potensi bahaya selama proses pemadaman.
Selain mengerahkan personel untuk penanganan langsung, pihaknya juga menyiapkan pola kerja bergantian apabila api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga malam hari.
Tim susulan dijadwalkan bergerak pada pagi berikutnya untuk melanjutkan sekaligus membantu proses pemadaman. Skema ini disiapkan agar operasi tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan istirahat personel yang telah bekerja di lapangan.
“Jika hingga malam api belum padam, pergerakan tim akan dilakukan secara bergantian. Tim susulan juga sudah dipersiapkan untuk besok pagi guna menggantikan sekaligus membantu pemadaman, sehingga personel yang telah bertugas di lokasi bisa kembali ke posko untuk beristirahat,” pungkasnya.
Kemunculan titik api baru di dekat perkebunan masyarakat tersebut menjadi perhatian serius tim gabungan. Penanganan cepat dan koordinasi lintas unsur diharapkan mampu mengendalikan kebakaran serta mencegah api meluas ke area lain yang berpotensi terdampak.
(Jk)










