Iklan
Iklan

Drone Kominfo Dikerahkan Pantau Titik Api di Taliabu, Satgas Karhutla Waspadai Medan Terjal dan Jurang

 

TALIABU, DUTAMETRO.COM – Kemunculan titik api baru di kawasan perbukitan dengan medan terjal dan jurang yang sulit dijangkau meningkatkan kewaspadaan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Pulau Taliabu. Memasuki hari ketiga masa transisi, tim gabungan terus memperkuat pemantauan dan upaya penanganan guna mencegah api meluas ke kawasan perkebunan milik warga.

Menghadapi kendala akses di lapangan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pulau Taliabu mengerahkan drone untuk melakukan pemantauan udara. Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan posisi dan pergerakan titik api, sekaligus mengidentifikasi potensi ancaman terhadap lahan perkebunan masyarakat.

Langkah ini dilakukan menyusul laporan warga mengenai pergerakan titik api di kawasan Bukit Pasir Putih, Desa Salati, Kecamatan Taliabu Barat Laut.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pulau Taliabu, Haruna Masuku, yang turun langsung ke lokasi pemantauan, menegaskan bahwa penggunaan drone menjadi langkah strategis untuk mendukung penanganan karhutla, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Kami menerjunkan tim penerbang drone Kominfo langsung di titik pemantauan untuk menyisir area perbukitan dari udara,” ungkap Haruna.

Menurutnya, pemantauan udara membantu tim Satgas dan masyarakat memperoleh gambaran lebih akurat mengenai posisi titik api serta jaraknya dari kawasan perkebunan warga. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah antisipasi dan penanganan secara lebih terarah.

“Pengamatan dari udara sangat membantu memetakan posisi dan lokasi api sehingga langkah antisipasi dan upaya pemadaman bisa kita lakukan dengan lebih tepat dan cepat,” jelasnya.

Satgas Perkuat Koordinasi dan Kesiapsiagaan

Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu, Sumerlan, menyampaikan bahwa koordinasi terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sarana pendukung serta menambah personel guna memperkuat upaya pemadaman di sejumlah titik rawan.

Perhatian khusus diarahkan ke wilayah Kecamatan Taliabu Utara dan Taliabu Barat Laut yang masih membutuhkan pengawasan intensif.

Ia menegaskan, masa transisi tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya penanganan karhutla. Seluruh unsur yang terlibat harus tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

“Masa transisi bukan berarti penanganan telah berakhir. Seluruh tim gabungan bersama masyarakat harus tetap menjaga kesiapsiagaan,” tegas Sumerlan.

Ia menambahkan, penyisiran dan pemantauan secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar terkendali. Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di lokasi yang memiliki karakteristik medan ekstrem dan berpotensi membahayakan petugas.

Tim gabungan juga terus menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat yang melakukan penyisiran di kawasan Air Ketupat, tepatnya di Dusun Rumah Empat.

Di lokasi tersebut, titik api berada di area jurang terjal sehingga pemantauan harus dilakukan dari jarak aman. Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas maupun warga yang terlibat dalam upaya penanganan.

Sisa Bara di Kecamatan Lede Berhasil Dipadamkan

Sementara itu, perkembangan positif dilaporkan dari kawasan Air Lise, Kecamatan Lede. Respons cepat tim gabungan bersama masyarakat berhasil memadamkan sisa bara api yang sempat kembali menyala.

Meski demikian, pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan bara api kembali muncul dan memicu kebakaran baru.

Sumerlan juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari unsur TNI/Polri, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, BPBD, hingga masyarakat, agar senantiasa mengutamakan keselamatan selama bertugas.

“Kami juga mengingatkan seluruh personel gabungan TNI/Polri, Satpol PP dan Damkar, BPBD, serta warga yang berpartisipasi dalam penanganan karhutla untuk selalu menjaga kesehatan serta mengutamakan keselamatan kerja selama bertugas di lapangan,” pintanya.

Upaya pemantauan udara, penyisiran lapangan, dan koordinasi lintas unsur diharapkan mampu mempercepat penanganan titik api sekaligus menekan risiko meluasnya kebakaran ke lahan perkebunan masyarakat.

Di tengah kondisi medan yang menantang, kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga agar situasi karhutla di Kabupaten Pulau Taliabu dapat dikendalikan.

(Jk)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News