TALIABU, dutametro.com – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulau Taliabu terus diperketat. Memasuki hari kedua masa transisi pascatanggap darurat, tim gabungan bersama masyarakat masih melakukan penyisiran dan pemantauan di sejumlah wilayah rawan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Dalam patroli tersebut, personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI/Polri, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat setempat menemukan titik api dengan kobaran cukup tinggi di kawasan sekitar Air Kali Wake.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan. Berkat kesigapan dan koordinasi antarpersonel, kobaran api berhasil dikendalikan, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa berakhirnya masa tanggap darurat tidak serta-merta menghilangkan ancaman karhutla. Pemantauan berkelanjutan dan kewaspadaan seluruh elemen masyarakat tetap diperlukan, terutama di tengah kondisi cuaca panas selama musim kemarau.
Merespons temuan tersebut, Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan turut berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan, tindakan pembakaran lahan secara sembarangan berpotensi memperluas kebakaran serta mengancam keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika melihat asap atau titik api di sekitar lingkungan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegas Bupati, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sinergi antara tim gabungan, pemerintah desa, dan warga menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran serta memastikan penanganan berjalan optimal.
Selain mengingatkan masyarakat, Bupati juga meminta seluruh personel yang bertugas agar tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Kewaspadaan di lapangan harus terus dijaga mengingat potensi munculnya titik api susulan masih perlu diantisipasi.
“Kami berharap melalui sinergi yang berkelanjutan antara tim gabungan dan masyarakat, penanganan karhutla dapat segera dituntaskan secara menyeluruh, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan kondisi lingkungan berangsur pulih seperti sediakala,” tandasnya.
Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu berharap upaya penyisiran, pemantauan, dan pendinginan yang terus dilakukan dapat mencegah kebakaran berulang sekaligus memastikan wilayah terdampak tetap dalam kondisi terkendali selama masa transisi pascatanggap darurat.
(JK)










