Sawahlunto,dutametro.com – Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mendorong optimalisasi lahan pangan dan holtikultura melalui penerapan tekhnologi modern dan penguatan kemitraan lintas sektor di Desa Salak Kecamatan Talawi. Tak tanggung-tanggung, Wali Kota Riyanda Putra menjajal langsung teknologi Pertanian Modern Agriculture Advanced System (PM AAS) itu.
Wali Kota Riyanda Putra mengapresiasi dukungan penuh oleh Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat, kelompok tani Tayeh Desa Salak Kecamatan Talawi dan PT PLN Indonesia Power UBP Ombilin dan BUMDes serta bimbingan dari rekan-rekan penyuluh pertanian di Sawahlunto, mulai dari budidaya cabai yang membantu pengendalian inflasi hingga irigasi perpipaan yang efisien di musim kemarau.
“Terima kasih kepada Kementerian Pertanian, PLN Indonesia Power yang selalu mendukung kelompok tani di Sawahlunto, serta seluruh pihak yang telah bersinergi. Semoga petani semakin sejahtera dan Sawahlunto semakin mandiri pangan,” ungkap Riyanda Putra.
Lewat tekhnologi PM AAS kata Riyanda, pengelolaan air, pemupukan dan perawatan tanaman dilakukan lebih terukur sehingga hasil panen lebih optimal dengan biaya terkendali. Riyanda berharap semangat ini tidak berhenti di Kelompok Tani Tayeh saja. “Kami mengajak kelompok tani lainnya di Sawahlunto untuk ikut menerapkan langkah serupa agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” kata dia.
Saat berkunjung ke Desa Salak Wali Kota Riyanda mengikuti panen cabai hasil kolaborasi Kelompok Tani Taye dan BUMDes Desa Salak yang didukung pompanisasi serta irigasi perpipaan dari Ditjen Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian. Dukungan pengairan tersebut menjadi bagian dari upaya menunjang pemanfaatan lahan pertanian.
Wali Kota Riyanda juga menyaksikan penanaman padi menggunakan drum seeder serta demonstrasi traktor roda dua untuk pengolahan lahan. Penerapan alat dan mesin pertanian tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas kerja dan produktivitas usaha tani. Sementara itu, dukungan pupuk berbahan fly ash and bottom ash (FABA), traktor roda dua, dan benih berasal dari program CSR PLN IP UBP Ombilin Sijantang.
“Seluruh pihak yang terlibat agar mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala, dan menyiapkan solusi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan. Evaluasi tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan dukungan lanjutan dan memperluas manfaat program bagi produktivitas pertanian masyarakat,” tegas Wako Riyanda.(riky)










