Iklan
Iklan

24 Hari Bertaruh Nyawa, Rina Longkun Akhirnya Pulang: Harapan Bangkit di Tengah Duka Tragedi Drag Race Upai

KOTAMOBAGU — Setelah 24 hari bertahan di ruang perawatan, secercah harapan akhirnya datang dari salah satu korban tragedi Drag Race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara.

Rina Longkun akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah, Selasa (1/9/2026), setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Kepulangan Rina menjadi kabar yang melegakan sekaligus mengharukan bagi keluarga. Hampir sebulan ia berjuang melewati masa sulit setelah menjadi salah satu korban dalam insiden nahas yang terjadi saat pelaksanaan Drag Race di kawasan Upai.

Rina kini meninggalkan rumah sakit, namun perjuangannya belum sepenuhnya berakhir. Pemulihan di rumah menjadi babak baru setelah 24 hari ia bertaruh dengan rasa sakit dan menjalani perawatan intensif.

Tragedi di lintasan balap tersebut sebelumnya menimbulkan duka mendalam. Sejumlah penonton menjadi korban, meninggalkan luka yang tidak hanya dirasakan oleh para korban dan keluarga, tetapi juga masyarakat Kota Kotamobagu.

Dengan penuh rasa syukur, Rina menyampaikan apresiasi kepada mereka yang terus memberikan dukungan selama dirinya menjalani perawatan.

“Terima kasih Mas Bara, terima kasih Pak Gubernur dan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu sehingga bisa menghirup udara segar lagi,” ujar Rina Longkun.

Kepulangan Rina dari rumah sakit turut didampingi Lucky Sugeha, selaku Ketua Panitia Drag Race.

Lucky Sugeha menyampaikan bahwa kepulangan Rina menjadi kabar yang sangat disyukuri. Ia berharap proses pemulihan Rina dapat berjalan lancar dan seluruh pihak terus memberikan dukungan kepada para korban serta keluarga yang masih menjalani masa pemulihan.

Kehadiran Lucky dalam proses kepulangan tersebut menunjukkan perhatian terhadap kondisi korban setelah tragedi terjadi. Dukungan dan pendampingan terhadap korban menjadi bagian penting di tengah proses pemulihan yang masih harus dijalani.

Namun, pulang dari rumah sakit bukan berarti seluruh luka telah selesai.

Bagi korban, tragedi tidak berhenti ketika sirene ambulans padam atau ketika pintu rumah sakit kembali tertutup. Ada proses pemulihan, rasa trauma, beban keluarga, serta kebutuhan perhatian yang masih harus dihadapi setelah mereka kembali ke rumah.

Karena itu, perhatian terhadap korban tidak boleh berhenti hanya pada masa perawatan medis.

Korban membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak ditinggalkan setelah keluar dari rumah sakit.

Bagi keluarga Rina, kepulangannya merupakan lebih dari sekadar kabar baik. Ini adalah kesempatan untuk kembali berkumpul setelah 24 hari penuh kecemasan dan penantian.

Rina kini harus menjalani pemulihan dengan dukungan penuh keluarga. Harapannya sederhana: kondisi kesehatannya terus membaik dan perlahan dapat kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.

Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban tragedi Drag Race Upai, kepulangan Rina menjadi secercah cahaya dari sebuah peristiwa yang meninggalkan luka mendalam.

24 hari di rumah sakit telah dilalui. Perjuangan Rina belum selesai. Tetapi hari ini, ia pulang membawa satu hal yang paling berharga: harapan untuk sembuh dan kembali menjalani kehidupan.

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan

Related News